Berita  

Tahlil Akbar 1 Abad NU, Gus Yani : MWCNU Bungah Teladan Bagi MWCNU Se Gresik

GRESIK || Dalam rangka memperingati 1 Abad NU, MWCNU Bungah menggelar tahlil akbar di Desa Tajungwidoro  Mengare, Kecamatan Bungah, Kamis (09/03). Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani yang hadir saat itu mengatakan, MWCNU Bungah merupakan contoh teladan bagi MWCNU yang ada di lingkungan Kabupaten Gresik.

 

“Saya telah melihat rekap kemandirian NU dari laporan PCNU, bahwa MWCNU Bungah saat ini menjadi pelopor untuk MWCNU se Kabupaten Gresik,” ujar bupati yang akrab disapa Gus Yani itu.

 

Selain Gus Yani, hadir pula Wakil Bupati Gresik Hj. Aminatun Habibah, KH. Anwar Zahid, Ketua PCNU Gresik KH. Mulyadi, Rais Syuriah MWCNU Bungah KH. Tohawi Hadi, Ketua Tanfidziah MWCNU Bungah KH. Ala’udin, Forkopimcam Bungah, pengurus Banom NU se Kecamatan Bungah, dan para tokoh masyarakat setempat.

Baca juga:  Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-76 Kabupaten Gresik, Diisi Lomba Dan Penghargaan Untuk Tokoh Koperasi Gresik

 

Lebih lanjut, Gus Yani juga mengatakan secara gamblang, saat ini NU tengah menyusun kekuatan bersama. Bukan dalam arti yang negatif, melainkan demi kepentingan masyarakat.

 

“NU menyusun kekuatan bukan untuk berhadapan dengan kekuatan lain. Tetapi, untuk menyebarkan kebaikan-kebaikan dalam rangka kebersamaan. Maka kita harus bersama-sama, ini bukan saatnya untuk kita saling bersinggungan.” ucapnya didepan ratusan kader NU Bungah.

Baca juga:  Polres Sumenep Berhasil Ungkap Kasus Curanmor di 11 TKP, 4 Tersangka Berhasil Diamankan

 

Ketua PCNU Gresik, KH. Mulyadi juga mengatakan, melalui agenda tahlil akbar ini, dapat menumbuhkan rasa persatuan dan persaudaraan antar anggota NU. Disamping itu, dia juga merasa bangga dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tahlil akbar.

 

“Ini merupakan bentuk nyata dari slogan NU saat ini, yaitu merawat jagad, membangun peradaban.” ujarnya.

 

Dalam agenda yang sama, Ketua Tanfidziah MWCNU Bungah KH. Ala’udin menganggap kegiatan tersebut merupakan ajang dalam beristiqomah sebagai kader NU. Menurutnya, hal tersebut adalah lumrah karena NU dinilai menjadi milik bersama.

Baca juga:  29 dari 34 Peserta Pesta Gay di Surabaya Positif HIV

 

“Maka ayo terus beristiqomah dalam mengikrarkan diri sebagai santrinya Mbah Hasyim Asy’ari. Kita besarkan dan lestarikan, jangan sampai NU jadi melempem.” katanya.

 

Sebagai informasi, agenda ini merupakan agenda rutin tahunan. Akan tetapi, selama pandemi menyerang, kegiatan tersebut terpaksa ditunda atau dibatasi. Sehingga, tahlil akbar kali ini menjadi acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh anggota NU se Kecamatan Bungah.