LINTAS9 || Pemerintah Kabupaten Gresik menerima kunjungan kehormatan dari Gubernur Samarkand, Uzbekistan, Adiz Muzafarovich Boboyev, dalam sebuah rangkaian ziarah bersejarah di kompleks Makam Maulana Malik Ibrahim pada akhir pekan lalu. Kunjungan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah misi penting untuk menyambungkan kembali sanad atau silsilah keluarga para ulama besar yang menghubungkan dua peradaban Islam di Asia Tenggara dan Asia Tengah. Seorang perwakilan dari International Relations Imam Bukhari Center, Rofi Eka Shanty, menjelaskan bahwa “Hari ini kami mendampingi Gubernur Samarkand untuk bertemu Bupati Gresik dalam rangka menyambungkan sanad antara Maulana Malik Ibrahim dengan Bahauddin Sogarji (Shaghir) yang dimakamkan di Samarkand.”
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, yang secara langsung mendampingi rombongan dari Uzbekistan, menyambut antusias inisiatif penguatan jejak sejarah ini. Dalam pernyataannya di lokasi makam, ia menegaskan bahwa momen tersebut menjadi pintu besar bagi Gresik untuk melompat ke panggung internasional sebagai destinasi spiritual. “Kami menyambut baik kunjungan ini dan berharap Gresik semakin dikenal sebagai tujuan ziarah religi dunia,” ujar Yani dengan penuh optimisme di sela-sela pendampingannya kepada para tamu asing tersebut.
Pertemuan diplomasi religi itu ternyata tidak hanya berfokus pada masa lalu, tetapi juga membuka lembaran baru kerja sama ekonomi bilateral. Sang bupati memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempromosikan kekayaan lokal, mulai dari kuliner seperti nasi krawu dan pudak hingga peluang di sektor manufaktur. “Kami harap kunjungan ini membuat Gresik semakin dikenal, tidak hanya dari sisi sejarah, tetapi juga potensi ekonominya,” tambah Yani, menanggapi ketertarikan Gubernur Samarkand terhadap industri pengolahan tembaga dan emas di wilayahnya.
Sebagai bentuk pengakuan dan penguatan kajian sejarah, rombongan dari Uzbekistan menyerahkan sebuah buku khusus yang memuat garis besar silsilah Maulana Malik Ibrahim hingga tokoh di Samarkand. Buku tersebut saat ini masih dalam bahasa Uzbek dan tengah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris serta Indonesia, yang nantinya akan menjadi bahan penelitian bersama. Gubernur Samarkand bahkan telah mengundang Bupati Gresik untuk melakukan kunjungan balik, yang tidak hanya bertujuan berziarah ke makam leluhur, tetapi juga menjajaki kolaborasi lebih lanjut di bidang pariwisata dan perdagangan.
Di sisi lain, kesibukan Bupati Yani menerima tamu asing ini berlangsung bersamaan dengan adanya sorotan tajam dari warga Desa Ngawen, Dusun Kebonduwur, terkait masalah lingkungan yang tak kalah mendesak. Warga mengeluhkan praktik pembakaran sampah rumah tangga secara individu yang dilakukan setiap hari tanpa pengelolaan terstruktur, sehingga menimbulkan polusi udara berbahaya. “Mohon untuk segera mengatasi permasalahan pengelolaan sampah limbah untuk peduli lingkungan bersih dan bebas polusi,” tulis seorang warga dalam keluhan yang viral, mengingatkan bahwa Gresik perlu menyeimbangkan gengsi global dengan kebersihan akar rumputnya.
Dengan adanya kunjungan bersejarah dari Samarkand yang membawa angin segar investasi dan pengakuan dunia, serta keluhan lingkungan yang harus segera dituntaskan, pemerintah daerah kini berada di ujung tanduk untuk membuktikan kapasitasnya. Warga berharap langkah nyata perbaikan sistem pengelolaan sampah dapat segera diintegrasikan agar Gresik benar-benar layak menyandang predikat kota yang tidak hanya kaya warisan walisongo, tetapi juga sehat dan ramah bagi warganya sendiri.(Wan)









