Jamaah Haji Kloter SUB 32 Syukuri Kepulangan, Kisahkan Pertemuan Mengharukan dengan Almarhum Suami di Tanah Suci

Surabaya, 24 Juni 2025 – Isnaini, salah satu jamaah haji asal Jember yang tergabung dalam Kloter SUB 32 Surabaya, mengucap syukur telah tiba kembali di Tanah Air bersama ayah mertuanya dalam keadaan sehat walafiat. Kepulangannya menutup perjalanan ibadah yang sarat dengan lika-liku perasaan dan pengalaman spiritual yang mendalam, termasuk sebuah pertemuan tak terlupakan dengan mendiang suaminya di Tanah Suci.

 

Dalam keterangannya di Surabaya, Selasa (24/6/2025), Isnaini menceritakan bahwa seharusnya ia berangkat menunaikan ibadah haji bertiga bersama suaminya dan ayah mertuanya, Asmuni. Namun, rencana bahagia itu pupus ketika suaminya meninggal dunia secara mendadak hanya tiga hari setelah mereka melakukan pelunasan biaya haji.

Baca juga:  Diduga Serangan Jantung, Seorang Pejabat Kabupaten Jombang Meninggal Saat Hendak Berangkat Kerja 

 

“Kepergiannya sangat mendadak. Saat itu dia masih aktif bekerja di sawah, tampak sehat dan tidak punya penyakit bawaan. Justru saya yang punya hipertensi,” kenang Isnaini dengan suara bergetar. Ia masih membekas ingatan akan siang hari ketika suami dan anak-anaknya sempat bercanda, sebelum sore harinya sang suami berpulang akibat serangan jantung.

 

Tragedi itu tentu mengguncang hati Isnaini, terlebih terjadi setelah pelunasan biaya haji. Keraguan sempat menyelimutinya untuk melanjutkan perjalanan. “Saya sempat ragu untuk tetap berangkat,” akunya. Namun, mempertimbangkan lamanya masa tunggu yang telah dijalaninya sejak tahun 2012, akhirnya Isnaini memutuskan untuk tetap berangkat. Porsi haji suaminya pun dibatalkan, bukan dialihkan.

Baca juga:  Terkendala Komunikasi, Upaya Pembebasan Pilot Susi Air Tetap Pada Jalur Negosiasi 

 

Di Tanah Suci, Isnaini bersyukur dapat tinggal satu lantai dengan ayah mertuanya, Asmuni, yang telah berusia 75 tahun. “Alhamdulillah, meskipun sudah 75 tahun, ayah mertua tetap sehat,” ucapnya penuh syukur. Pengalaman menjalani ritual haji, seperti melontar jumrah yang padat dan melelahkan, juga meninggalkan kesan mendalam baginya berkat kekompakan rombongan.

 

Namun, pengalaman paling mengharukan dan tak terlupakan terjadi saat Isnaini berada di Jabal Rahmah, Padang Arafah. Di tempat yang penuh makna spiritual itu, matanya menangkap sosok yang sangat mirip dengan almarhum suaminya.

Baca juga:  Sidak Rumah Pompa Air Pengendali Banjir, Gus Yani Sesalkan Adanya Tumpukan Sampah Liar. 

 

“Saya melihat seseorang yang sangat mirip dengan almarhum suami,” kisah Isnaini. Tanpa berpikir panjang, ia berusaha mendekati sosok tersebut. Namun, sosok itu tiba-tiba menghilang di tengah keramaian. “Saya cari-cari, tapi sudah tidak terlihat lagi,” tuturnya.

 

Sepanjang menjalani ibadah di Tanah Suci, Isnaini tak henti berdoa. Ia memohon ampunan dosa untuk dirinya sendiri, suaminya yang telah mendahului, serta seluruh keluarganya. Kepulangannya ke Surabaya bukan hanya menandai selesainya kewajiban rukun Islam kelima, tetapi juga membawa pulang ketenangan hati setelah merasakan kehadiran cinta yang telah tiada di tanah penuh berkah. (Red)