JAWA TIMUR || Hebat! Pemerataan pembangunan di Jawa Timur mencapai momen bersejarah dengan diresmikannya ruas jalan tol terbesar di provinsi ini. Ruas Gending-Paiton sepanjang 23,13 kilometer, yang merupakan bagian vital dari Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi), secara resmi beroperasi penuh pada Juli 2025. Pembukaan ini menandai tonggak penting dalam upaya meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah yang selama ini terpinggirkan.
Ruas megah ini menghubungkan tiga kecamatan yang berlokasi di salah satu kabupaten termiskin di Jawa Timur. Kehadiran infrastruktur strategis ini diharapkan menjadi katalisator percepatan pembangunan dan pengentasan ketertinggalan di wilayah tersebut.
Fakta ini semakin signifikan mengingat Jawa Timur sendiri tercatat sebagai salah satu provinsi terkaya di Indonesia. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, PDRB provinsi seluas 47.922 km² ini atas dasar harga berlaku mencapai Rp849,30 triliun pada Triwulan I 2025, dengan PDRB harga konstan 2010 sebesar Rp509,45 triliun.
Kekuatan ekonomi yang solid inilah yang mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk tol, di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak. Pemerintah Provinsi Jawa Timur konsisten mengupayakan pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten/kota. Peresmian Tol Gending-Paiton adalah bukti nyata komitmen tersebut, membawa akses tol langsung ke jantung wilayah yang membutuhkan.
Ruas Gending-Paiton merupakan bagian integral dari Proyek Strategis Nasional Tol Probowangi. Kementerian Pekerjaan Umum, berkoordinasi dengan Badan Pengawas Jalan Tol, terus memacu penyelesaian proyek senilai Rp21,07 triliun dengan total panjang sekitar 175 kilometer ini, yang ditargetkan tuntas seluruhnya pada Desember 2025. Ketika beroperasi penuh nanti, Tol Probowangi akan menjadi urat nadi transportasi yang menghubungkan tiga kabupaten utama di ujung timur Pulau Jawa: Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi.
Keberadaan ruas tol terbesar ini tidak hanya memangkas waktu tempuh dan biaya logistik, tetapi juga membuka akses pasar, pariwisata, dan investasi baru bagi daerah yang dilaluinya, terutama di kabupaten termiskin yang menjadi fokus sasaran. Pembukaan Tol Gending-Paiton menjadi harapan baru bagi pemerataan kesejahteraan di Bumi Majapahit.









