Meski Turun Lebih Dari 10%, Wabup Aminatun Habibah Harapkan Organisasi Perempuan Tak Kendor Atasi Masalah Stunting.

GRESIK || Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan perempuan memiliki peran strategis, dalam upaya Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menurunkan angka stunting. Ini tidak lepas dari signifikannya perempuan, sebagai pelopor kesehatan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar.

 

“Informasi yang saya dapat. Angka stunting yang ada di Kabupaten Gresik sudah turun lebih dari 10%, dari sebelumnya sekitar 23% sudah turun menjadi sekitar 12-13%. Terima kasih atas kerja keras semua pihak, di antaranya perempuan-perempuan hebat yang ada di depan saya saat ini,” ujar Bu Min saat membuka kegiatan Pembinaan Organisasi Wanita, dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting di Kecamatan Driyorejo, Jum’at (23/12).

 

Menurut Bu Min, pencapaian ini patut di apresiasi lantaran sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menurunkan angka stunting hingga 14%.

Baca juga:  Kapolres Gresik Pimpin Sertijab Kapolsek Wringinanom Gresik

 

Namun, Bu Min mengingatkan bahwa pekerjaan ini belum selesai lantaran Kabupaten Gresik menginginkan angka stunting turun menjadi 0%.

 

“Ini berarti kita harus terus melakukan sosialisasi dan berusaha terus. Baik itu pola makan maupun calon pengantin, hingga nanti sudah memiliki balita. Khusus kepada remaja perempuan bisa kita koordinasi dengan kepala sekolah SMP/MI dan SMA/MA untuk diberikan pil penambah darah,” terang wabup.

 

Lebih lanjut, Bu Min juga mengajak anggota organisasi wanita melakukan pendekatan keibuan kepada masyarakat. Perhatian khas seorang ibu, hingga sifat keibuan saat pelayanan di Posyandu di nilai bisa menarik simpati masyarakat

“Ini akan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan apa itu stunting, dan pada gilirannya akan membantu penurunan angka stunting di Kabupaten Gresik,” pungkasnya.

Baca juga:  Bentuk Melayani Masyarakat, Polwan Polres Gresik Masak Daging untuk Para Santri

 

Kondisi stunting di Kecamatan Driyorejo sempat menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Gresik. Ini lantaran pada tahun 2021, dari sekitar 7 ribu balita yang diukur ditemukan 900 balita yang masuk kriteria stunting.

 

Angka ini sempat menurun pada pertengahan tahun 2021, namun sempat naik tipis pada awal tahun 2022. Data terbaru pada bulan September 2022, dari 6.411 balita yang diukur, ditemukan sebanyak 476 balita stunting.

 

“Memang terdapat penurunan dari tahun sebelumnya dari sebelumnya 10%, sekarang menjadi 7,4%. Ini yang akan terus kita upayakan hingga turun 0%,” ujar Camat Driyorejo, Narto.

Baca juga:  Sidak Rumah Pompa Air Pengendali Banjir, Gus Yani Sesalkan Adanya Tumpukan Sampah Liar. 

 

Berbagai inovasi dilakukan pihak Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Kecematan Driyorejo. Salah satunya adalah program Cetingan Papa Kepo (Cegah Stunting dengan Pepaya, Pandan, Kelor dan Pendampingan Keluarga).

 

“Kita sudah cari ahli gizi dan dokter dari Puskesmas di wilayah Driyorejo, untuk mengkaji bahan-bahan yang ada disekitar kita ini. Dan hasilnya bisa kita lihat tren penurunan angka stunting di Kecamatan Driyorejo,” kata Camat Narto.

 

Ke Depan, Pemerintah Kabupaten Gresik dan Kecamatan Driyorejo bersama semua organisasi wanita yang ada, sepakat untuk makin masif melakukan sosialisasi dan tindakan-tindakan pencegahan stunting. Baik di hulu dengan pemberian pil penambah darah pada remaja, hingga di hilir dengan pemberian makanan bergizi bagi balita.