KRI Surabaya Beraksi! Angkut Bantuan Logistik Darurat untuk Bawean Atas Perintah Langsung Pemprov Jatim, Bupati: Luar Biasa!

LINTAS9 || Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas aksi cepatnya dalam menanggapi kesulitan distribusi logistik ke Pulau Bawean. Apresiasi ini disampaikan langsung usai tiba dan dicatatnya bantuan logistik yang diangkut oleh Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Surabaya 591 di Dermaga Gresik, sebuah langkah luar biasa yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melayani masyarakat di pulau terpencil.

Baca juga:  Musang Ke IX KWG 2022, Bupati Gresik Ajak Wartawan Bersinergi Membangun Gresik

 

Bantuan logistik yang mencakup kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, serta peralatan penting lainnya ini merupakan respon atas kendala transportasi laut yang sering menghambat distribusi ke Bawean. Kehadiran KRI Surabaya yang diperintah langsung oleh Pemprov Jatim menunjukkan komitmen kuat untuk tidak membiarkan masyarakat Bawean mengalami kesulitan. “Ini adalah bentuk nyata sinergi yang fantastis antara Pemerintah Daerah dan TNI AL. Langkah cepat dari Pemprov Jatim sangat membantu kami di Gresik untuk memastikan stok logistik di Bawean aman dan tercukupi,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani.

Baca juga:  Terkendala Komunikasi, Upaya Pembebasan Pilot Susi Air Tetap Pada Jalur Negosiasi

 

Beliau menambahkan, “Ini benar-benar luar biasa. Penggunaan KRI untuk mengangkut bantuan logistik warga adalah bukti bahwa pemerintah hadir untuk semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, termasuk bagi saudara-saudara kita yang tinggal di pulau terluar. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan memperlancar perekonomian masyarakat Pulau Bawean.”

Baca juga:  BPN Gresik Dapat Jatah 20 Ribu PTSL Tahap ll di 4 Kecamatan, Target 4 Bulan Harus Selesai

 

Aksi cepat ini dinilai tidak hanya menyelesaikan masalah immediat tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di wilayah kepulauan. Kolaborasi antara Pemkab Gresik, Pemprov Jatim, dan TNI AL ini diharapkan dapat menjadi model penanganan distribusi logistik yang efektif untuk daerah-daerah kepulauan lainnya di masa depan.