Duka Mendalam di Bangkalan, Jenazah Dua Santri Kakak Beradik Korban Runtuh Al Khoziny Tiba di Kampung Halaman

LINTAS9 || Kedataran jenazah kedua santri kakak beradik korban musibah Pondok Pesantren Al Khoziny, Kamis malam (9/10/2025), memicu luapan kesedihan warga Kampung Nangger, Desa Alas Kokon, Bangkalan. Dalam iring-iringan khidmat yang dikawal ketat Polres Bangkalan dan BPBD, kedua korban akhirnya tiba di rumah duka, disambut oleh isak tangis keluarga dan sanak saudara yang telah menunggu dengan hati pilu.

 

Ipda Agung Intama, Kasi Humas Polres Bangkalan, mengonfirmasi identitas kedua korban sekaligus menjelaskan proses pemulangan jenazah. “Benar dua orang yang meninggal yakni kakak beradik dan merupakan warga di Desa Alas Kokon, Kecamatan Modung. Dan malam ini, jenazah tiba di rumah duka untuk selanjutnya akan dikebumikan oleh pihak keluarga,” ujar Ipda Agung. Dalam pernyataannya, beliau juga menyampaikan rasa belasungkawa dari institusi kepolisian. “Polres Bangkalan memberikan pengawalan hingga ke rumah duka dan kami menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas terjadinya musibah ini,” tambahnya.

Baca juga:  Puluhan Makam Dibongkar Akibat Pembangunan Tol Probowangi.

 

Baca juga:  Skandal Perselingkuhan ASN Dispendukcapil Gresik, Istri Sah Desak Pemecatan

Proses identifikasi korban terus dilakukan secara intensif oleh Tim DVI Polda Jawa Timur. Sebelumnya, pada Selasa (7/10/2025), tim berhasil mengidentifikasi 17 korban baru dari tragedi tersebut. Proses yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya ini melibatkan metode komprehensif untuk memastikan keakuratan. Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol Mohammad Khusnan Marzuki, menjelaskan, “Tim DVI bekerja cermat dalam mencocokkan setiap data medis, DNA, dan barang milik korban.” Dari 18 kantong jenazah yang diperiksa, 17 di antaranya dinyatakan cocok dengan data antemortem. Khusnan menegaskan, “Proses identifikasi dilakukan secara ilmiah, transparan, dan penuh kehati-hatian.”

Baca juga:  Diduga Penyelewengan Pupuk Subsidi, Pick up dan Sopir Diamankan Polisi. 

 

Keberhasilan identifikasi ini menjadi titik terang sekaligus penutup bagi pencarian sejumlah keluarga, termasuk keluarga dari dua santri asal Bangkalan yang kini telah dimakamkan sesuai tradisi dan keyakinan di kampung halamannya. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi dunia pesantren dan masyarakat luas.(rul)