Ribuan Mahasiswa Surabaya Serbu Mapolda Jatim, Teriakkan 7 Tuntutan Revolusioner untuk Polri

SURABAYA || Surabaya bergema dengan suara ribuan mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya pada Sabtu (30/8/2025). Aksi solidaritas besar-besaran ini berlangsung di depan Mapolda Jawa Timur, di mana para peserta dengan tegas menyuarakan tujuh tuntutan mendesak untuk reformasi institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Massa yang didominasi oleh jaket almamater kampus mulai memadati lokasi sejak pukul 12.00 WIB, menciptakan lautan warna yang bergerak sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan khas mahasiswa.

 

Baca juga:  Wabup Gresik Ajak Masyarakat Berantas Peredaran Rokok Ilegal

Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan protes terhadap berbagai kebijakan yang dinilai represif. Tuntutan utama mereka adalah mendesak aparat penegak hukum untuk menghentikan segala bentuk tindakan represif terhadap massa aksi di manapun.

Seorang perwakilan mahasiswa menyatakan, “Kami di sini bukan untuk mengadu domba, tapi meminta keadilan ditegakkan secara transparan dan manusiawi.”

 

Tuntutan kedua adalah transparansi hukum dalam menangani kasus kekerasan yang menimpa almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojol di Jakarta. Mereka menuntut proses hukum yang jernih dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Selain itu, mahasiswa juga menyerukan pembebasan seluruh massa aksi yang masih ditahan oleh kepolisian tanpa proses yang jelas.

Baca juga:  WABUP GRESIK AMINATUN HABIBAH BUKA PORSENI PAC IPNU IPPNU 2021 SE KECAMATAN SEDAYU

 

Tuntutan keempat hingga ketujuh mencakup reformasi total institusi Polri, demiliterisasi Polri, transparansi dalam penanganan kasus pidana, serta pengusutan tuntas Tragedi Kanjurahan. “Reformasi Polri bukan hanya wacana, tapi kebutuhan mendesak untuk negeri ini. Institusi penegak hukum harus berubah menjadi lebih profesional, akuntabel, dan dekat dengan rakyat,” tambahnya.

Baca juga:  Konvoi Pesilat Trenggalek, Polisi Tetap Tindak Pelanggar Lalu -lintas

 

Aksi berlangsung tertib dan damai, namun penuh dengan semangat perubahan. Para mahasiswa berharap suara mereka didengar oleh pemangku kebijakan dan menjadi awal dari perubahan struktural di tubuh Polri. ( iwan)