Berita  

Cuaca Dingin Bulan Juli Tidak Ada Hubungannya Dengan Fenomena Aphelion

NASIONAL || Dua hari terakhir, beredar pesan broadcast di media sosial WhatsApp Group bahwa akan ada cuaca dingin di Indonesia. Dijelaskan bahwa saat berada di titik Aphelion, cuaca di bumi akan cenderung lebih dingin dibanding periode lainnya.

Tidak hanya dingin saja, cuaca yang akan berlangsung hingga bulan Agustus ini akan berdampak pada kesehatan manusia seperti Demam, Flu, Batuk, Sesak Napas dll.

Informasi tersebut tersebar dengan sangat cepat dan cukup meresahkan masyarakat.

Baca juga:  Avita Melahirkan dan Merawat Bayinya di Sel, Lalu Bagaimana dengan Putri Candrawathi? 

“Mulai Besok jam 05.27 WIB kita akan mengalami Fenomena Aphelion. Dimana letak Bumi akan sangat jauh dari Matahari, kita tidak bisa melihat fenomena tersebut, melainkan dampaknya. Ini Akan berlangsung sampai Bulan Agustus, kita akan mengalami cuaca dingin melebihi cuaca sebelumnya. Yang akan berdampak meriang Flu, batuk sesak nafas dll. Oleh karena itu mari kita tingkatkan Imun tubuh,” berikut pesan melalui WhatsApp yang beredar.

Baca juga:  74 Lulusan Program Jaketku Diwisuda, Bupati Gresik : Perangi Gresik Bebas Dari Anak Putus Sekolah

Menanggapi hal ini, BMKG menjelaskan, sebenarnya fenomena Aphelion ini adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli.

Namun, cuaca dingin yang terjadi di wilayah Indonesia pada periode bulan Juli tidak ada hubungannya dengan fenomena Aphelion.

Baca juga:  Temui Demo Penolakan Kenaikan BBM, Bu Min Akan Teruskan Aspirasi ke Pemerintah Pusat. 

Sementara, kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer atau cuaca di permukaan bumi yang ada di Indonesia.

Fenomena suhu udara dingin sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau (Juli – September). Saat ini wilayah Pulau Jawa hingga NTT berada pada musim kemarau. (iwan)