Diduga Persoalan Asmara, Seorang Pemuda di Tulungagung Bunuh Diri. 

TULUNGAGUNG || Seorang pemuda berinisial MAS (23) beralamat RT 02 RW 05 Desa Blimbing Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung ditemukan warga sekitar dalam keadaan meninggal dunia. Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Minggu (4/9/2022).

 

Kepala Kepolisian Sektor Rejotangan Polres Tulungagung AKP Puji Hartanto membenarkan peristiwa kejadian seorang pemuda meninggal dunia akibat gantung diri sekira pukul 14.30 WIB.

 

“Benar, saksi Saniyem pertama kali mendapati MAS meninggal dunia dengan cara gantung diri dikamar rumahnya,” kata AKP Tanto akrab disapa melalui keterangan resmi, Minggu (4/9/2022) Malam.

Baca juga:  Akhir Tahun Ini, 3.500 Rumah Di Duduksampeyan Akan Dialiri Air Umbulan

 

Mantan Kapolsek Kalangbret Polres Tulungagung menambahkan atas kejadian itu, perangkat Desa Blimbing melaporkan ke Polsek Rejotangan.

 

Atas laporan itu, pihaknya sebelum meluncur ke tempat kejadian terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan tim medis dan Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung.

 

“Dari keterangan saksi, kronologisnya Saniyem mencari korban diajak melihat baris di wilayah Desa Balesono Ngunut tidak ada jawaban. Lantas membuka kamar di bagian belakang dikagetkan melihat korban gantung diri,” katanya.

Baca juga:  Acara Puncak Haul ke-67 Habib Abu Bakar Dihadiri Puluhan Ribu Jamaah dari Seluruh Nusantara Bahkan Luar Negeri. 

 

“Posisi korban hadap ke barat memakai baju warna krem dan celana pendek warna biru,” imbuhnya.

 

“Bibir korban berwarna biru, lidah keluar dan kelamin korban mengeluarkan sperma,” kata Puji menambahkan.

 

Lebih lanjut Kapolsek Rejotangan menjelaskan, dari berdasarkan keterangan saksi di TKP, petugas menduga korban gantung diri akibat depresi.

Baca juga:  9 Kabupaten Ikuti Lomba Catur Pudak Bangkit, Atlit Gresik Sapu Bersih Juara Dikategori U-12.

 

“Dugaan kita motifnya itu akibat depresi karena putus cinta,” terangnya.

 

Atas kejadian itu, lebih dalam Puji memaparkan petugas Polsek Rejotangan dibantu tim medis dan Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung mengevakuasi korban.

 

“Hasil pemeriksaan petugas tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” paparnya.

 

“Oleh pihak keluarga korban selanjutnya dimakamkan di pemakaman desa setempat,” pungkasnya. (iwan)