Program “JAKETKU” Kabupaten Gresik Sukses Tuntaskan 1.664 Warga Putus Sekolah, Langsung Dikejar Beasiswa Hingga Perguruan Tinggi.

LINTAS9 || Kabupaten Gresik menunjukkan komitmen nyata dalam memerangi angka putus sekolah melalui program andalannya, JAKETKU (Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah). Data terbaru mencatat prestasi gemilang dengan meluluskan 1.664 warga belajar pada tahun 2025. Lonjakan jumlah lulusan ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan indeks pembangunan sumber daya manusia.

 

Program yang dijalankan melalui fasilitasi pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C ini tidak hanya fokus pada teori akademik. Para peserta didik juga dibekali dengan berbagai pelatihan keterampilan praktis untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja, seperti pelatihan las, tata boga, barbershop, dan menjahit yang diselenggarakan di UPT SKB.

 

Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program ini. “Meningkatnya jumlah lulusan dari program ini, akan membantu peningkatan indeks pembangunan manusia. Serta mengangkat martabat warga dan mewujudkan masyarakat Kabupaten Gresik yang lebih berdaya saing,” ujarnya.

Baca juga:  Talkshow _Perempuan Berani Ambil Peran_, Bu Min Ajak Perempuan Untuk Berani Tampil Dan Terus Tingkatkan Kompetensi

 

Nurul Haromain Ali Fandi A. Yani, menambahkan bahwa antusiasme masyarakat masih sangat tinggi. “Tahun ajaran 2025–2026 kita masih memiliki sekitar 1.100 warga belajar yang masih harus dituntaskan. Di tahun ajaran ini masyarakat masih antusias terhadap program JAKETKU, oleh karena itu, kami bersama Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendukung secara moril dan materi terhadap pelaksanaan Program JAKETKU,” jelasnya.

 

Keberhasilan para lulusan tidak berhenti sampai di ijazah. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan berkelanjutan, sejumlah perguruan tinggi seperti Politeknik Semen Indonesia (POLTEKSI) dan Universitas Gresik (UNGRES) menyediakan beasiswa khusus bagi lulusan terbaik Program JAKETKU Paket C tahun 2025, membuka jalan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Baca juga:  Sempat Rusak Akibat Luapan Anak Sungai Kali Lamong, Rekonstruksi Ruas Banter - Kalipadang Ditargetkan Selesai Tahun Ini.

 

Program yang sepenuhnya gratis ini merekrut pesertanya melalui identifikasi dan pendataan yang dimulai dari level PKK Desa, kemudian diverifikasi oleh Dinas Pendidikan hingga akhirnya ditugaskan ke lembaga penyelenggara seperti UPT SKB dan berbagai PKBM yang tersebar di seluruh Kabupaten Gresik.

 

Program ini didesain untuk menjaring warga yang tidak atau putus sekolah di semua jenjang, dari SD hingga SMA. Tidak hanya mengejar ijazah kesetaraan, program ini juga membekali peserta dengan keterampilan hidup praktis seperti las, tata boga, dan menjahit untuk meningkatkan kemampuan berusaha mandiri.

 

Yang membedakan JAKETKU adalah mekanisme pendataannya yang menyentuh hingga level akar rumput. Rekrutmen calon peserta dimulai dari PKK Desa yang melakukan identifikasi dan seleksi. Data kemudian berjenjang disampaikan ke PKK Kecamatan, lalu ke PKK Kabupaten, untuk akhirnya diverifikasi oleh Dinas Pendidikan dan diserahkan kepada UPT SKB dan PKBM sebagai penyelenggara.

Baca juga:  Gresik Perkuat Jaminan Hak Beribadah Pekerja Melalui Inisiatif Baru

 

Bagi warga yang ingin mendaftar, prosesnya sangat terbuka. Persyaratannya jelas dan dapat diakses siapa saja, yaitu Akta Kelahiran, NIK, Kartu Keluarga atau KTP, rapor terakhir, dan ijazah pendidikan terakhir yang dimiliki. Keberhasilan program ini diakhiri dengan kejutan manis, dimana lulusan terbaik Paket C tahun 2025 berhak mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Politeknik Semen Indonesia (POLTEKSI) dan Universitas Gresik (UNGRES). (Wan)