BMKG Juanda Siagakan Jatim Hadapi Cuaca Ekstrem 20-29 Oktober 2025,Waspada Banjir hingga Puting Beliung

LINTAS9 || Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Juanda mengeluarkan peringatan dini untuk seluruh masyarakat Jawa Timur. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah dalam periode 20 hingga 29 Oktober 2025. Ancaman bencana hidrometeorologi menjadi fokus utama, mulai dari hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Baca juga:  601 Peserta, 156 Finalis: Babak Penyisihan Edurel III SMPN 1 Gresik Berlangsung Sengit

 

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda, Tauffiq Hermawan, menegaskan kesiapsiagaan terhadap perubahan cuaca mendadak adalah kunci. “BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan,” ujarnya.

 

Fenomena cuaca ekstrem ini tidak terjadi begitu saja. Analisis BMKG menunjukkan adanya pengaruh dinamika atmosfer skala global yang aktif di wilayah Indonesia. Kombinasi tiga fenomena utama, yaitu Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin, menjadi pemicu peningkatan aktivitas konvektif yang menghasilkan awan-awan hujan lebat dengan intensitas tinggi.

Baca juga:  Totalitas Kendalikan Banjir, Gus Yani dan Bu Min Apresiasi Satgas Drainase Dan Pompa Air

 

Untuk memantau perkembangan cuaca secara real-time, BMKG membuka akses informasi bagi publik. Masyarakat dapat memantau langsung kondisi cuaca melalui Citra Radar WOFi di situs resmi Stamet Juanda. Layanan informasi juga tersedia melalui media sosial @infobmkgjuanda, saluran telepon, dan layanan WhatsApp untuk memudahkan akses data dan laporan cuaca terkini.

Baca juga:  Ribuan Pekerja PT KAS Mie Sedaap Gresik Melawan! Upah Dipangkas Rp400 Ribu, Hari Kerja Dipaksa 30 Hari Penuh!

 

Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah dapat mengambil langkah antisipasi yang diperlukan untuk meminimalisir dampak dan risiko dari bencana hidrometeorologi yang mengintai.(sul)