Dishub Gresik Perkuat Pengawasan dan Tambah Kantong Parkir Truk di Cerme

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik menambah kantong parkir di area kantor uji KIR Cerme, sekaligus memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan yang selama ini jadi langganan parkir liar.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik menambah kantong parkir di area kantor uji KIR Cerme, sekaligus memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan yang selama ini jadi langganan parkir liar.

LINTAS9 || GRESIK – Truk-truk besar yang selama ini kerap berhenti sembarangan di pinggir jalan segera punya satu tempat singgah lagi. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik menambah kantong parkir di area kantor uji KIR Cerme, sekaligus memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan yang selama ini jadi langganan parkir liar.

Kantong parkir di Cerme sudah diuji coba bersama Satlantas Polres Gresik selama sekitar dua bulan. Saat ini fasilitas tersebut memasuki tahap tambahan, yakni pembangunan landasan parkir agar lebih layak dan nyaman digunakan. Fungsinya sedikit berbeda dari titik pengawasan lain, karena petugas lebih menekankan kepatuhan terhadap jam operasional truk, bukan semata menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan. Sopir yang tiba saat jam larangan berlaku diarahkan menunggu di dalam area, lalu melanjutkan perjalanan ketika waktunya diizinkan.

Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Khusaini, menyebut penambahan lokasi ini sebagai upaya memberi pilihan yang jelas bagi para pengemudi. “Uji coba kantong parkir di Cerme sudah kami lakukan bersama Satlantas Polres Gresik, dan sekarang kami lanjutkan dengan pembangunan landasan parkir. Kami mengajak seluruh sopir dan pengusaha angkutan untuk terus mengikuti arahan petugas. Kantong parkir sudah kami siapkan, jadi tidak ada alasan lagi untuk berhenti di bahu jalan,” ujarnya.

Baca juga:  HUT Bhayangkara di GBK, Kapolri Cek Kesiapannya

Selain Cerme, pengawasan dilakukan di empat titik lain. Di exit tol Manyar, exit tol Kebomas, dan pintu keluar Terminal Bunder, petugas fokus menertibkan truk yang parkir liar. Adapun di kantong parkir Terminal Ngawen, sopir diarahkan transit selama jam larangan operasional berlangsung. Kelima lokasi itu kini menjadi simpul pengawasan yang dijaga bergantian.

Baca juga:  Kunjungan Kerja Wapres Gibran di Blitar: Ziarah ke Makam Bung Karno dan Tinjau Layanan Kesehatan Gratis di Puskesmas Sukorejo.

Hasilnya mulai terlihat di Ngawen. Dishub mencatat jumlah truk yang transit di sana naik dari 1.726 unit pada Agustus 2026 menjadi 2.057 unit pada September, atau bertambah 331 unit. Kenaikan paling besar terjadi pada jam pagi, dari 540 menjadi 865 truk. Menurut Khusaini, angka itu menandakan sopir mulai memahami pentingnya tertib di jalan. “Naiknya jumlah truk yang transit di Ngawen dari 1.726 pada Agustus menjadi 2.057 pada September menunjukkan para sopir mulai sadar bahwa tertib berlalu lintas adalah kepentingan bersama. Kami mengapresiasi hal itu,” katanya.

Namun Dishub tidak ingin cepat berpuas diri. Masih ada sopir yang mengabaikan arahan petugas, sehingga penjagaan tak akan dikendurkan. “Kami tidak berhenti di angka ini. Petugas tetap bersiaga di exit tol Manyar, exit tol Kebomas, pintu keluar Terminal Bunder, dan kantong parkir, agar jalan di Gresik lebih lancar dan aman,” tegas Khusaini.

Baca juga:  Trans Jatim Resmi Operasikan 6 Rute Baru di Gerbangkertosusila, Ini Rute Lengkap dan Jam Operasionalnya!

Perlu dipahami, peran Dishub dalam urusan ini terbatas pada penertiban dan pengaturan lalu lintas. Penindakan atas pelanggaran menjadi kewenangan instansi lain, sehingga Dishub tidak memegang data jumlah truk yang ditertibkan di luar Ngawen.

Bila kantong parkir baru di Cerme nantinya beroperasi optimal, tekanan di ruas jalan dan akses tol yang selama ini padat truk berpotensi berkurang. Semakin banyak ruang tunggu yang tersedia, semakin kecil alasan kendaraan berat menepi di bahu jalan. Kuncinya ada pada konsistensi petugas di lapangan dan kemauan sopir untuk benar-benar memanfaatkannya.@Iwan