Habis Bebas, Langsung Mondok: Strategi Brilian MUI & Rutan Gresik Jaga Eks Napi agar Nggak Kembali.

LINTAS9 || Sebuah terobosan jangka panjang untuk memutus siklus residivisme atau pengulangan kejahatan segera diwujudkan di Gresik. Momentumnya dimulai dari ruang pertemuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, ketika Kepala Rutan Kelas IIB Gresik yang baru, Eko Widiatmoko, bersilaturahmi dengan Ketua MUI KH. Ainur Rofiq Thoyyib. Lebih dari sekadar perkenalan, pertemuan pada Selasa (21/10/2025) itu menjadi fondasi bagi sebuah komitmen besar: inisiasi pembentukan Pesantren Pasca Lapas sebagai solusi pemberdayaan warga binaan paska bebas.

 

Eko Widiatmoko dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi MUI Gresik selama ini. “Selama ini, MUI Gresik banyak membantu tugas Rutan Gresik, dan kami sangat berterima kasih atas kerjasama yang baik selama ini,” ujarnya. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan menguatkan kemitraan ini. “Kami berharap kerjasama baik antara MUI dan Rutan Gresik ini terus dilanjutkan, agar pembinaan bisa berjalan maksimal. Sehingga setelah keluar dari Rutan, warga binaan bisa kembali ke jalan yang benar,” kata Eko.

Baca juga:  Cinta Alias Ali Irfan, "Perempuan Jadi-jadian" Divonis 6 Bulan Bui Oleh Majelis Hakim PN Tuban. 

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum MUI Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, menegaskan komitmen organisasinya. Ia menyebut pembinaan warga binaan sebagai sebuah ibadah yang mulia. “Membina warga binaan di Rutan ini sama dengan ibadah, karena banyak yang meremehkan mereka, maka tugas ini adalah sangat mulia di sisi Allah, dan ini merupakan investasi akhirat bagi kita semua,” jelas Kiai Rofiq. Ia juga berharap ada pertemuan dengan warga binaan sebelum mereka bebas untuk mencegah pengulangan kesalahan.

Baca juga:  Ngaji Kebangsaan, Wabup Berpesan Jadikan Perayaan Kemerdekaan Sebagai Momentum Bangkit Dari Pandemi

 

Gagasan yang lebih konkret diungkapkan oleh Sekretaris Umum MUI Gresik, Makmun, M.Ag. Ia mengungkapkan keprihatinan atas fenomena residivisme atau pengulangan kejahatan. “Ada fenomena, banyak orang yang telah bebas (dari Rutan), akhirnya masuk lagi. MUI ingin membentuk Pesantren Pasca Lapas, agar orang-orang yang telah bebas bisa kita bina dan kita berdayakan, sehingga tidak mengulang kesalahan yang sama,” ujar Sekum.

 

Gagasan pembentukan Pesantren Pasca Lapas ini langsung mendapat sambutan positif dari Kepala Rutan yang baru. Eko Widiatmoko menilai inisiatif tersebut sejalan dengan visi pembinaan berkelanjutan. “Karena tugas kita (Rutan Gresik) bukan hanya sampai bebas, tapi juga setelah bebas, agar jangan sampai masuk Rutan lagi. Nanti secara teknis dan detailnya bisa diwujudkan antara MUI dan Rutan Gresik dengan MoU (memorandum of understanding),” ungkap Eko.

Baca juga:  Gema Prestasi Internasional dan Nasional: Siswa Spensagres Ukir Sejarah di Berbagai Ajang Kompetisi

 

Komitmen bersama ini menandai babak baru dalam sistem pembinaan narapidana di Gresik, dengan fokus pada pemberdayaan pasca-pembebasan melalui pendekatan keagamaan dan kehidupan pesantren, guna memutus mata rantai residivisme dan menciptakan reintegrasi sosial yang berkelanjutan.(wan)