LINTAS9 || Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), M. Qodari, membongkar fakta mencengangkan terkait standar keamanan pangan pada program Dapur Modern Pangan Lestari (MBG). Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan per 22 September, dari total 8.583 dapur MBG yang beroperasi, hanya 34 dapur saja yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). SLHS sendiri merupakan sertifikat resmi dari Kemenkes yang menjadi bukti bahwa suatu unit pengolahan pangan telah memenuhi standar mutu dan persyaratan keamanan untuk makanan olahan atau siap saji.
Qodari lebih lanjut menyoroti temuan Kemenkes yang mengungkap adanya kesenjangan signifikan dalam penerapan standar keamanan pangan di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun dapur-dapur tersebut berdiri, belum ada jaminan konsistensi dalam menjalankan prosedur kebersihan dan kesehatan yang sesuai aturan. Fakta bahwa ribuan dapur beroperasi tanpa sertifikat ini dinilainya sebagai lampu kuning yang tidak boleh diabaikan.
Menanggapi temuan tersebut, Qodari menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh. “Fakta banyaknya dapur yang belum bersertifikat SLHS harus menjadi evaluasi, bahwa SOP keamanan pangan dan penerapan standar mutu harus ada dan dijalankan,” tegasnya. Pernyataan ini menekankan pentingnya komitmen untuk tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan benar-benar diterapkan demi melindungi kesehatan masyarakat.( Wan)









