BMKG Keluarkan Peringatan Dini: Angin Kencang Hingga 63 Km/Jam Ancam Perairan Jawa Timur

SAMPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca maritim yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran di perairan Jawa Timur. Peringatan ini berlaku sepanjang hari Minggu, 8 Februari 2026, dengan durasi pemantauan selama 24 jam penuh.

 

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak menyatakan bahwa wilayah perairan timur Pulau Jawa mengalami tekanan atmosfer rendah yang memicu pembentukan awan-awan tebal. “Kami mencatat adanya pergerakan massa udara dari arah barat yang cukup intens, sehingga nelayan dan operator kapal diminta untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar pihak BMKG dalam rilisnya.

Baca juga:  Buka Training Of Trainer Pendamping Desa dan Tim Pelaksana Bunda Puspa, Gresik Fokus Pemberdayaan Perempuan dan Pendidikan Anak.

 

Kondisi paling kritis terpantau di kawasan Laut Jawa bagian timur dimana kecepatan angin mencapai puncaknya pada angka 34 knot atau setara 63 kilometer per jam. Ketinggian ombak di zona tersebut diprediksi berkisar antara 0,8 hingga 1,6 meter dengan langit tertutup awan tebal sepanjang hari.

 

Sementara itu, Selat Madura yang menjadi jalur penyeberangan strategis antara Pulau Jawa dan Madura juga tidak luput dari dampak cuaca buruk ini. Hembusan angin barat dengan kekuatan maksimal 30 knot atau 56 kilometer per jam berpotensi mengganggu jadwal kapal ferry dan perahu nelayan tradisional. Gelombang laut diperkirakan mencapai ketinggian 0,5 sampai 1,5 meter disertai langit mendung.

Baca juga:  Bupati Gresik Apresiasi Peserta Diklat Pemberdayaan Masyarakat Poltekpel Surabaya

 

Perairan selatan Jawa Timur menghadapi ancaman lebih serius dengan adanya potensi hujan ringan yang disertai angin kencang berkecepatan 34 knot. Tinggi gelombang di wilayah ini diprediksi mencapai 1,3 hingga 2,7 meter, kondisi yang cukup berbahaya bagi kapal-kapal kecil dan perahu nelayan.

 

Pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampang mengimbau para nelayan untuk mempertimbangkan penundaan aktivitas melaut mengingat kondisi cuaca yang tidak bersahabat. “Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama, kami koordinasi dengan BMKG untuk terus memantau perkembangan cuaca,” ungkap petugas pelabuhan setempat.

Baca juga:  Jenguk Siswa Korban Tusuk Pentol, Gus Yani Perintahkan Pendampingan Hingga Tuntas

 

Masyarakat pesisir dan pelaku industri maritim dapat memperoleh informasi terkini melalui portal resmi BMKG Maritim Tanjung Perak atau mengakses laman bmkg.go.id untuk pembaruan prakiraan cuaca setiap jamnya. Peringatan dini ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan laut akibat kondisi cuaca ekstrem.(Wan)