Lolos Lima Besar, Gresik Optimistis Raih Gelar Best Cultural Tourism Promotion EJTMA 2026

LINTAS9|| GRESIK – Kabupaten Gresik melangkah ke tahap uji petik kategori Best Cultural Tourism Promotion dalam East Java Tourism Marketing Award (EJTMA) 2026, Kamis (15/10/2026). Gresik lolos lima besar bersama Mojokerto, Ponorogo, Nganjuk, dan Jember setelah dinyatakan unggul pada tahap presentasi.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik, Dra. Anis Nurul Aini, M.M., menyebut kekuatan promosi Gresik ada pada kanal digital yang aktif dikelola dan karakter daerah yang kental dengan budaya. “Kemarin kami paparkan, ada media sosial dan website kami. Kebetulan promosi kami yang masuk memang di wisata budayanya. Yang lain bukan berarti jelek, tetapi Kabupaten Gresik memang kental dengan wisata budaya,” ujarnya. Kamis (15/10/2026).

Dalam uji petik, kawasan Bandar Grissee dijadikan fokus utama karena dinilai telah menjadi ikon Gresik. Kawasan kota lama ini memuat sejumlah kampung dan area bersejarah, diantaranya Kampung Kemasan, kawasan kolonial, kawasan Arab, dan Pecinan. Kuliner khas seperti pudak dan nasi krawu melengkapi pengalaman wisatanya.

Baca juga:  Coffee Morning Perdana SD Mugres Kampus B, Ngobrol Santai Wali Murid dan Guru Cegah Kekerasan di Sekolah

Meski Bandar Grissee menjadi sorotan, Anis memastikan materi yang dipaparkan tidak berhenti di sana. “Fokus yang kami arahkan memang di Bandar Grissee, itu ikon Gresik. Tetapi saat paparan, semua poin kami sampaikan, termasuk wisata religi, warisan budaya tak benda, dan kuliner khasnya,” kata Anis.

Di sisi strategi pemasaran, Disparekrafbudpora memadukan promosi digital dengan kolaborasi lintas pihak. Anis menyebut kerja sama dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis), unit pelaksana teknis (UPT), pelaku wisata, hingga hotel. Dunia pendidikan turut dilibatkan lewat atraksi berbasis Bandar Grissee, seperti walking tour yang melibatkan kalangan akademisi dan pelajar. “Website sudah ada, lalu kami kolaborasikan dengan pokdarwis, pelaku wisata, dan teman-teman di kawasan. Hotel juga sudah kami ajak bekerja sama. Untuk dunia pendidikan, atraksi berbasis Bandar Grissee seperti walking tour sudah berjalan,” ujarnya.

Baca juga:  Kukuhkan Bunda Paud Gresik, Gus Yani Targetkan Kualitas Pendidikan yang Layak dan Nyaman.

Rangkaian uji petik dimulai dengan paparan di ruang rapat, dilanjutkan perjalanan ke Pudak Galeri. Dari sana, tim penilai menaiki Bus Wisata Heritage menyusuri kawasan Bandar Grissee. Kegiatan ditutup di Pudak Galeri dengan penyerahan buah tangan khas Gresik.

Bus Wisata Heritage itu kini menjadi salah satu daya tarik yang paling dicari warga. Kepala UPT Destinasi Wisata Terpadu Kawasan Gresik, Suwanto, S.H., menilai antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa wisata sejarah bisa dikemas dengan cara yang segar. “Bus Bandar Grissee kini menjadi primadona baru bagi masyarakat Gresik. Orang tidak lagi sekadar melihat bangunan tua, tetapi diajak menyusuri dan merasakan kota ini lewat cerita yang melekat pada setiap sudutnya. Dari situ, kebanggaan terhadap Gresik tumbuh dengan sendirinya,” tutur Suwanto, Kamis (15/10/2026).

Ia menambahkan bahwa daya tarik bus ini tidak berhenti pada kenyamanan berkeliling. “Bandar Grissee bukan museum yang hanya boleh dikagumi dari jauh. Ini kota yang masih bernapas, dan bus ini cara kami mengajak orang ikut mendengarkan napasnya. Kalau warganya sendiri sudah bangga dan penasaran dengan kotanya, mempromosikan Gresik ke luar daerah akan terasa jauh lebih mudah. Warisan budaya baru bermakna kalau terus diceritakan. Lewat bus ini, cerita tentang Kemasan, Pecinan, sampai kawasan Arab tidak lagi tersimpan di buku, tetapi dibawa langsung ke hadapan masyarakat dan wisatawan.” Pungkasnya.

Baca juga:  Permasalahan Dump Truk Desa Delegan, PT Orela Shipyard Menindaklanjuti Dengan Respon Cepat Untuk Mendengar Keluhan Warga.

Anis berharap seluruh bahan yang telah dipaparkan berbuah hasil terbaik saat pengumuman akhir nanti. “Harapan kami, dari lima besar ini, dengan semua yang sudah kami paparkan, Gresik bisa menjadi yang terbaik. Amin,” ucapnya. Hasil akhir EJTMA 2026 akan ditentukan setelah nilai uji petik digabungkan dengan hasil tahap presentasi.

#EJTMA2026 #EastJavaTourismMarketingAwar #WisataGresik #BandarGrissee #BestCulturalTourismPromotion #DisparekrafbudporaGresik #PariwisataJawaTimur #BusWisataHeritage