LINTAS9 || Gresik kembali menorehkan catatan penting dalam kalender budaya dengan terselenggaranya Festival Badhogan dan Budaya Gresik 2025 pada 31 Desember lalu. Bertempat di Jalan KH. Hasyim Asyari, Kalitutup, samping Pasar Gresik, acara ini berlangsung sejak pagi hingga tengah malam, menghadirkan suasana meriah yang memadukan bazar kuliner tradisional dan modern dengan pertunjukan seni khas daerah.
Seremonial pembukaan dihadiri jajaran Forkopimcam Gresik, camat, Danramil, Kapolsekta, Kabid Budaya Disparekrafbudpora, serta lurah Kroman bersama enam lurah tetangga. Kehadiran tokoh masyarakat, ketua RT/RW, dan perwakilan lembaga pendidikan menambah khidmat acara yang juga menampilkan tarian dari anak-anak PAUD, TK, hingga MI/SD.
Dalam sambutannya, Lurah Kroman, Fathan, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan. “Tujuan acara ini untuk melestarikan kuliner dan seni budaya lokal, serta menjadikan Kroman sebagai pusat kuliner dan oleh-oleh khas Gresik yang mendukung wisata Bandar Griisee,” ujarnya di hadapan pengunjung yang memenuhi area panggung.
Kepala Bidang Pariwisata Disparekrafbudpora, Dra. Anis Nurul Aini, MM, menambahkan bahwa festival ini kini telah masuk dalam kalender resmi kabupaten. “Festival Badhogan dan Budaya Gresik sudah menjadi agenda tahunan dan akan terus dikembangkan menuju event nasional, karena konsistensinya yang sudah berjalan enam kali berturut-turut,” ungkapnya.
Sebanyak 60 pelaku UMKM dengan 96 stand kuliner turut meramaikan bazar. Aneka jajanan jadul khas Gresik hingga makanan kekinian ludes diserbu pengunjung. Beberapa stand bahkan harus memasak ulang hingga tiga kali karena tingginya permintaan. Festival semakin berwarna dengan hadirnya empat mahasiswa asing dari Suriah, Sudan, Yaman, dan Republik Komoro yang menyajikan menu andalan “Nasi Briani”.
Rangkaian budaya dimulai dengan arak-arakan dan pembagian 1.000 pundak, diiringi atraksi Pencak Macan dari PSTLG. Penampilan Kroman Bersholawat dengan bedug teter, pencak silat dari perguruan Kera Sakti, serta tari Saman oleh siswi SMAN 1 Gresik menambah semarak suasana. Tidak ketinggalan, Kalitutup Brotherhood Band menghibur penonton dengan enam lagu underground, sebelum ditutup oleh penampilan Maqobul Band yang tengah digandrungi anak muda Gresik.
Wakil Ketua Pelaksana, Muhammad Khafidh Yudi Rama, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama seluruh elemen masyarakat. “Kesuksesan acara tadi malam adalah buah kekompakan antara kelurahan, LKMK, Pokdarwis Kroman Leckoh, Kartar Adhigana, masyarakat, dan dukungan perusahaan sekitar. Tantangan terbesar adalah musim hujan dan sulitnya mencari sponsor karena banyak perusahaan sudah tutup buku laporan keuangan,” jelasnya melalui sambungan telepon.
Festival Badhogan dan Budaya Gresik 2025 bukan hanya menjadi ajang kuliner dan hiburan, tetapi juga ruang pelestarian budaya dan kearifan lokal. Dengan atmosfer yang otentik, acara ini memperlihatkan identitas Gresik yang terus hidup dan berkembang, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi.(wan)









