BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Level Waspada untuk Papua dan Sulut Pascagempa Berkekuatan 7,6 Magnitudo

LINTAS9 || Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika secara resmi mengaktifkan sistem peringatan dini tsunami level waspada untuk wilayah Papua dan Sulawesi Utara. Aktivasi sistem ini dilakukan dalam waktu kurang dari delapan menit pascaterjadinya guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 magnitudo yang tercatat pada pukul 08.43:58 WIB, Jumat 10 Oktober 2025. Data monitoring BMKG menunjukkan episentrum gempa terletak pada koordinat 7.34 Lintang Utara dan 126.87 Bujur Timur, tepatnya di laut sejauh 287 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman hiposentrum 56 kilometer.

Baca juga:  Warga Gresik Berbondong Serbu Pasar Murah Pangan Jawa Timur, Harga Beras Premium Cuma Rp 14.000 per Kilogram

 

Berdasarkan pemodelan computational tsunami yang dirilis dalam dokumen resmi bernomor PD-1, lima wilayah masuk dalam kategori status waspada tsunami. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG menjelaskan mekanisme respons cepat yang diambil oleh institusinya. “Tim kami telah mengeluarkan peringatan dini dalam waktu tujuh menit empat puluh enam detik setelah kejadian gempa, dengan estimasi waktu tiba gelombang pertama bervariasi sesuai karakteristik wilayah pesisir,” jelasnya melalui saluran komunikasi darurat.

Baca juga:  Langsung ke Menteri! Kanal Aduan 'Lapor Pak Purbaya' Bongkar Praktek Pungli di Pajak dan Bea Cukai

 

Wilayah Kepulauan Talaud menjadi zona pertama yang diperkirakan terdampak dengan estimasi gelombang tiba pukul 08.59:58 WIB, disusul Kota Bitung pada pukul 09.49:13 WIB. Daerah Minahasa Utara bagian selatan dan Minahasa bagian selatan masing-masing memiliki estimasi waktu 10.01:28 WIB dan 10.02:13 WIB, sementara wilayah Supiori di Papua diperkirakan mengalami dampak pada pukul 10.26:43 WIB. Seluruh wilayah tersebut masuk dalam kategori status waspada dengan ketinggian gelombang diprakirakan berada pada kisaran nol hingga tiga meter.

Baca juga:  Tragedi di Gedung Pemkab Tuban, Seorang Teknisi AC Tewas Setelah Terjatuh Dari Lantai 3.

 

BMKG melalui dokumen resminya telah menginstruksikan langkah-langkah spesifik bagi pemerintah daerah. “Pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota yang berada pada status waspada diharap segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi kawasan pantai dan tepian sungai,” demikian tertulis dalam arahan operasional yang dikeluarkan oleh pusat kendali tsunami. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi melalui kanal-kanal resmi BMKG mengingat dinamika perubahan data pemantauan dapat terjadi setiap saat.(Her)