LINTAS9|| GRESIK – Komitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkotika ditunjukkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik. Seluruh pegawai Dishub menjalani tes urine yang digelar di lantai 2 Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Selasa (11/8/2026). Pelaksanaan pemeriksaan berlangsung terbuka dan turut disaksikan para jurnalis sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Kegiatan tersebut diawali dengan sosialisasi bahaya narkoba yang menghadirkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Khusaini, S.E., M.Si., serta Kepala BNNK Gresik, AKBP Suharsi, S.H., M.Si. Sinergi kedua institusi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemerintahan, khususnya pada instansi yang memiliki aktivitas pelayanan publik dengan intensitas tinggi.
Dalam pemaparannya, Khusaini mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak muncul begitu saja. Menurutnya, terdapat tiga tipe pengguna yang perlu dipahami agar langkah pencegahan maupun penanganannya dapat dilakukan secara tepat.
“Ada yang coba-coba karena penasaran, ada yang lari ke narkoba karena tidak kuat menghadapi masalah, dan yang paling berbahaya adalah yang menjadikannya sebagai ladang bisnis. Ketiga tipe ini harus kita kenali agar penanganannya tepat sasaran,” ujar Khusaini di hadapan seluruh peserta sosialisasi.
Ia menjelaskan, rasa ingin tahu sering kali menjadi pintu masuk seseorang mengenal narkoba. Di sisi lain, tekanan hidup maupun persoalan pekerjaan juga dapat mendorong seseorang mencari pelarian yang keliru. Namun, menurutnya, ancaman terbesar justru datang dari mereka yang menjadikan narkotika sebagai sumber penghasilan melalui jaringan peredaran gelap.
Tak berhenti pada edukasi, Khusaini menegaskan bahwa Dishub Kabupaten Gresik menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba. Siapa pun pegawai yang terbukti terlibat, baik sebagai pengguna maupun bagian dari peredaran narkotika, akan dikenai sanksi paling berat.
“Siapa pun yang terbukti terlibat narkoba, entah itu ASN maupun tenaga outsourcing, sanksinya jelas, langsung dipecat. Kami tidak akan menunggu proses hukum selesai, karena ini menyangkut nama baik institusi dan keselamatan masyarakat yang kami layani,” tegasnya.
Sebagai bentuk keseriusan atas komitmen tersebut, seluruh pegawai Dishub langsung mengikuti tes urine yang bekerja sama dengan BNNK Gresik. Pemeriksaan dilakukan setelah kegiatan sosialisasi sebagai langkah deteksi dini sekaligus memastikan lingkungan kerja tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika.
**Pada pelaksanaan hari ini, tercatat sebanyak 100 pegawai Dishub Kabupaten Gresik yang menjalani tes urine. Khusaini menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan tahap awal, dan pemeriksaan akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga menjangkau seluruh pegawai di lingkungan Dishub Kabupaten Gresik.**
“Hari ini ada 100 pegawai yang kita tes terlebih dahulu. Ini akan kita lakukan bertahap sampai seluruh pegawai Dishub, baik ASN maupun tenaga outsourcing, mendapat giliran menjalani tes urine,” ujar Khusaini.
**Hasil pemeriksaan yang dilakukan BNNK Gresik menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika. Hasil ini disambut positif sebagai bukti bahwa lingkungan kerja Dishub Kabupaten Gresik sejauh ini bersih dari penyalahgunaan narkoba.**
“Alhamdulillah, dari hasil tes hari ini, seluruh pegawai yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba. Ini menjadi modal baik bagi kita untuk terus menjaga dan mempertahankan lingkungan kerja yang sehat,” kata Khusaini.
“Tes urine ini bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi sebagai bentuk pencegahan dan komitmen kita bersama menjaga lingkungan kerja yang sehat serta bebas narkoba,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BNNK Gresik, AKBP Suharsi, mengatakan bahwa upaya deteksi dini sebenarnya telah menjadi bagian dari strategi yang selama ini dijalankan lembaganya. Menurutnya, berbagai langkah preventif terus dilakukan untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika di Kabupaten Gresik.
“Dari awal kita sudah deteksi dini. Ini bukan sesuatu yang baru kami lakukan, tapi memang sudah menjadi bagian dari strategi kerja kami selama ini,” ujarnya.
**Suharsi turut mengapresiasi hasil tes urine hari ini yang seluruhnya negatif. Ia berharap hasil positif ini dapat dipertahankan pada tahapan-tahapan pemeriksaan selanjutnya hingga menyeluruh ke seluruh pegawai Dishub.**
“Hasil negatif hari ini patut kita syukuri dan jadikan motivasi untuk terus konsisten menjaga lingkungan kerja yang bersih dari narkoba, sampai tahapan tes berikutnya bagi seluruh pegawai selesai dilaksanakan,” ujar Suharsi.
Meski demikian, Suharsi mengakui bahwa terungkapnya temuan ganja seberat 3,3 ton beberapa waktu lalu menjadi bahan evaluasi penting. Peristiwa tersebut mendorong BNNK Gresik memperkuat pengawasan, terutama pada instansi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi karena aktivitas personelnya banyak berlangsung di lapangan.
“Untuk ke depannya, kita tidak ingin hal ini terjadi lagi. Kami akan lebih fokus mengawasi dinas-dinas yang termasuk kategori rawan, terutama yang lingkup kerjanya padat di lapangan,” katanya.
Ia menyebut Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja sebagai contoh instansi yang membutuhkan penguatan pengawasan secara berkala. Bukan karena dianggap bermasalah, melainkan sebagai bentuk antisipasi agar penyalahgunaan narkoba tidak memiliki ruang berkembang di lingkungan pemerintahan.
“DISHUB dan Pol PP itu contohnya, karena lingkup kerja mereka padat di lapangan. Personelnya banyak bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat, sehingga potensi risikonya perlu kita kawal lebih ketat,” jelasnya.
Suharsi menekankan bahwa pengawasan yang dilakukan BNN bukanlah bentuk kecurigaan terhadap aparatur pemerintah. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga integritas pelayanan publik sekaligus melindungi masyarakat dari dampak buruk peredaran narkotika.
“Ini bukan soal menuduh, tapi soal kehati-hatian dan tanggung jawab bersama. Kita ingin memastikan seluruh elemen, baik dari sisi aparat maupun masyarakat, sama-sama waspada,” tegasnya.
Pelaksanaan tes urine yang berlangsung terbuka di Kantor Dishub Kabupaten Gresik menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan BNN dalam membangun budaya kerja yang bersih, profesional, dan bebas narkoba. Dengan hasil seluruhnya negatif pada tahap pertama yang melibatkan 100 pegawai, serta rencana kelanjutan tes secara bertahap ke seluruh personel, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap aparatur pemerintah semakin meningkat sekaligus mempersempit ruang gerak penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Gresik.@Brewok












