LINTAS9 || GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas dan lokasi parkir untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Haul Al-Qutb Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf yang akan dipusatkan di kawasan Kota Gresik. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kepadatan kendaraan seiring meningkatnya jumlah jamaah yang diperkirakan datang dari berbagai daerah.
Sejumlah ruas jalan di pusat kota akan ditutup secara bertahap selama rangkaian kegiatan berlangsung. Penutupan dilakukan guna memberikan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi jamaah yang mengikuti agenda haul, sekaligus memudahkan pengaturan arus kendaraan di sekitar lokasi acara. Kawasan yang selama ini menjadi titik konsentrasi massa, seperti Jalan KH Zubair, Jalan Harun Thohir, Jalan Kramat Langon, Jalan Malik Ibrahim, Jalan Agus Salim, dan Jalan Wachid Hasyim, termasuk dalam daftar ruas yang akan dibatasi aksesnya.
Pada hari kedua pelaksanaan kegiatan, cakupan penutupan jalan diperluas ke sejumlah ruas strategis lainnya, antara lain Jalan Pahlawan, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan MH Thamrin, Jalan Raden Santri, Jalan Setia Budi, Jalan AKS Tubun, hingga Jalan Basuki Rahmat. Kebijakan tersebut disusun berdasarkan hasil evaluasi kepadatan kendaraan pada pelaksanaan haul tahun-tahun sebelumnya yang menunjukkan tingginya mobilitas jamaah di area inti kota.
Selain pengaturan lalu lintas, pemerintah daerah juga menyiapkan kantong-kantong parkir yang tersebar di berbagai titik. Untuk kendaraan roda dua, area parkir disediakan di sekitar Gedung DPRD, Jalan Klenteng, Gedung GNI, kawasan Makam Malik Ibrahim, serta beberapa ruas jalan yang dinilai mampu menampung kendaraan jamaah tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Sementara itu, pengendara mobil diarahkan memanfaatkan lokasi parkir yang telah ditetapkan di Jalan Raden Santri, Jalan Setia Budi, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Pelabuhan Gresik, kawasan PT Gresik Jasatama, hingga sejumlah lahan kosong yang telah disiapkan sebagai area penyangga. Adapun kendaraan berukuran besar seperti bus dan kendaraan rombongan akan ditempatkan di area khusus, termasuk Parkiran Ziarah Lumpur, PT Gresik Jasatama, GOR Tri Dharma, dan kawasan Gelora Joko Samudro.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Khusaini, S.E., M.Si., menegaskan bahwa seluruh skema pengaturan lalu lintas telah disusun melalui koordinasi bersama kepolisian, TNI, panitia penyelenggara, serta perangkat daerah terkait. Menurutnya, kesiapan teknis di lapangan menjadi faktor penting untuk memastikan kegiatan keagamaan berskala besar tersebut berjalan dengan tertib.
“Kami telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas, penutupan ruas jalan, serta kantong-kantong parkir yang tersebar di sejumlah titik guna mendukung kelancaran pelaksanaan Haul Habib Abu Bakar Assegaf. Kami mengimbau seluruh jamaah dan masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan serta memanfaatkan lokasi parkir yang telah disediakan agar mobilitas selama kegiatan tetap tertib, aman, dan nyaman,” ujar Khusaini.
Ia menambahkan bahwa perayaan haul merupakan agenda tahunan yang memiliki daya tarik besar bagi masyarakat dari berbagai daerah. Karena itu, diperlukan dukungan seluruh pihak agar pengaturan yang telah disiapkan dapat berjalan efektif.
“Perayaan haul ini menjadi agenda keagamaan berskala besar yang menghadirkan jamaah dari berbagai daerah. Kami melakukan pengaturan lalu lintas secara terukur dan menyiapkan area parkir terpusat agar kepadatan kendaraan dapat dikendalikan. Kesuksesan pengamanan dan kelancaran kegiatan ini juga membutuhkan dukungan serta kedisiplinan seluruh pengguna jalan,” katanya.
Di sisi lain, panitia haul menyambut dukungan pemerintah daerah yang dinilai sangat membantu dalam mengelola arus kedatangan jamaah. Dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang, pengaturan kendaraan menjadi salah satu aspek krusial agar rangkaian acara dapat berlangsung khidmat dan tertib.
Kehadiran jamaah dalam jumlah besar memang menjadi berkah tersendiri bagi Gresik sebagai kota yang memiliki sejarah panjang penyebaran Islam di Nusantara. Namun di saat yang sama, kondisi tersebut menuntut kesiapan infrastruktur dan manajemen lalu lintas yang matang. Karena itu, masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal serta menggunakan area parkir resmi yang telah disediakan.
Melalui pengaturan lalu lintas dan penyediaan kantong parkir yang terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap pelaksanaan Haul Habib Abu Bakar Assegaf dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh jamaah. Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen daerah dalam memberikan pelayanan terbaik pada kegiatan keagamaan berskala besar yang menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Gresik.(Browk)












