Indeks
banner 728x90

Motor Raib dalam 120 Detik: Begal Bersenjata Celurit Teror Pengendara di Surabaya Timur

banner 468x60

Surabaya — Aksi perampokan dengan kekerasan kembali menghantui warga yang melintas di kawasan Surabaya Timur. Seorang pengendara sepeda motor menjadi korban begal bersenjata tajam di ruas Jalan Ir. Soekarno atau yang dikenal sebagai MERR, Senin malam (9/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

 

Korban yang diketahui bernama Krisna, pendengar setia Radio Suara Surabaya, menceritakan kejadian mencekam itu saat mengudara pada Selasa (10/2/2026). Ia mengaku tengah berkendara sendirian ketika tiba-tiba sekelompok orang yang menaiki tiga sepeda motor mulai mengikuti dan memblokade lajunya tepat di sisi kiri jalan, tak jauh dari RSIA yang berada setelah kawasan McD Kenjeran.

 

Tanpa sempat bereaksi, para pelaku langsung mengepung dan melancarkan aksinya secara terorganisir. Krisna mengungkapkan bahwa salah satu pelaku seketika mengalungkan celurit ke lehernya, membuat ia tidak mampu bersuara sama sekali. “Mereka ngeluarin sajam, dikalungin di leher saya, tas saya dibuka, uang di dompet diambil, STNK juga diambil, dan motor saya dibawa ke arah Kenpark dan Kenjeran,” tuturnya.

 

Kejadian tersebut berlangsung dalam waktu yang sangat singkat. Seluruh rangkaian perampokan hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit sejak kendaraan korban dihentikan paksa hingga para pelaku melarikan diri membawa hasil rampasan.

 

Dari pengamatan korban, kawanan begal itu terdiri dari enam orang yang langsung membagi peran masing-masing. Tiga di antaranya bertugas mengendarai motor bawaan, sementara tiga lainnya menjalankan fungsi mengancam korban, menggeledah barang bawaan, serta merampas sepeda motor korban. “Pelaku naik tiga motor, saya ngamatin yang sendirian Scoopy putih, PCX hitam, sama Mio J warna merah,” jelas Krisna mendeskripsikan kendaraan yang digunakan para pelaku.

 

Dari segi penampilan, hampir seluruh pelaku tidak menggunakan helm. Hanya satu orang yang terlihat berkendara dengan helm, sedangkan sisanya mengenakan hoodie yang ditarik hingga menutupi kepala mereka. Korban pun tidak punya pilihan lain selain menyerahkan motornya ketika salah satu pelaku hanya berkata singkat, “Kene-kene pedamu.”

 

Krisna segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Mulyorejo setelah berhasil meninggalkan lokasi. Pihak kepolisian langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Yang mengejutkan, petugas menyampaikan bahwa peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya di lokasi yang sama, dengan korban seorang perempuan pada Januari 2026 lalu.

 

Melalui siaran radio, korban menitipkan informasi kepada para pendengar agar turut membantu memantau keberadaan kendaraannya yang dibawa kabur pelaku. Sepeda motor yang dicuri adalah Honda Vario 125 tahun 2013 berwarna merah dengan nomor polisi L 5668 ST. Ia juga menambahkan bahwa di sekitar lokasi kejadian terdapat kamera pengawas milik Dinas Perhubungan yang terpasang di lampu merah dekat titik perampokan, yang diharapkan dapat membantu proses penyelidikan.

 

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di malam hari, khususnya di ruas jalan yang sepi atau minim penerangan di wilayah Surabaya Timur. Jika menemukan informasi terkait kendaraan tersebut, masyarakat diminta segera menghubungi pihak kepolisian terdekat.(Rul)

 

 

 

 

banner 325x300
banner 728x90

WhatsApp us

Exit mobile version