LINTAS9 || Gresik — Tragedi ledakan mortir yang melukai 61 orang di SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat (8/11) siang telah mengguncang dunia pendidikan nasional, termasuk memicu kekhawatiran mendalam di kalangan orang tua pelajar di Kabupaten Gresik. Insiden yang terjadi saat kegiatan Pramuka berlangsung itu menjadi alarm keras bagi sekolah-sekolah di daerah, terutama yang berada di sekitar bekas area militer.
Di Gresik, sejumlah wali murid mulai mempertanyakan keamanan lingkungan sekolah anak-anak mereka. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, mengingat beberapa sekolah di wilayah tersebut berdiri di atas lahan eks militer atau dekat dengan fasilitas pertahanan lama. “Kami sangat prihatin dan takut. Kalau di Jakarta saja bisa terjadi, siapa yang menjamin di sini aman? Kami tak mau anak jadi korban,” ujar Rini, orang tua siswa SMP di Gresik Kota Baru.
Rini menambahkan bahwa dirinya kini lebih waspada terhadap kegiatan luar ruang yang melibatkan penggalian tanah atau eksplorasi lapangan. “Kegiatan Pramuka itu bagus, tapi harus ada pengawasan ekstra. Jangan sampai anak-anak menyentuh benda asing yang bisa membahayakan nyawa,” katanya.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh Agus, wali murid dari Kecamatan Menganti. Ia berharap pihak sekolah segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap area belajar, terutama lapangan dan taman yang sering digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler. “Kami minta ada audit lingkungan. Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak,” tegasnya.
Tragedi di Jakarta telah membuka mata banyak orang tua di Gresik bahwa keamanan sekolah bukan hanya soal pagar dan satpam, tetapi juga soal sejarah tanah tempat sekolah berdiri. Beberapa warga bahkan mulai menggali informasi tentang riwayat lokasi sekolah anak mereka, khawatir ada sisa-sisa amunisi atau benda berbahaya yang tertanam.
Ledakan mortir ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Gresik untuk menuntut transparansi dan tindakan preventif dari pihak sekolah. Orang tua berharap ada komunikasi terbuka dan langkah nyata untuk memastikan bahwa lingkungan belajar benar-benar aman dari ancaman tersembunyi.(Sul)












