Indeks
banner 728x90
Berita  

Harlah ke-4 PASSER Wong Bodho Indonesia: Seruan Merdeka dan Spirit Pengabdian Menggema di Lamongan

banner 468x60

LINTAS9 || Lamongan — Pondok Pesantren Nurul Khidmah di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, menjadi saksi semarak spiritual dan sosial dalam peringatan Hari Lahir ke-4 PASSER Wong Bodho Indonesia. Di bawah asuhan KH. Imam Mahmudi Al Bantani, acara ini menghadirkan suasana khidmat yang menyatukan para kyai sepuh, alim ulama, tokoh masyarakat, serta pengurus cabang PASSER dari berbagai penjuru Jawa Timur.

 

Sorotan utama datang dari tausiah Gus Sukhoiri, S.H., pendiri Pondok Mburi Wong Bodho dan PASSER Indonesia, yang membuka dengan pekikan lantang “Merdeka! Merdeka! Merdeka!” sebagai pemantik semangat jamaah. Dalam pesannya, Gus Sukhoiri mengajak seluruh hadirin untuk membebaskan diri dari belenggu duniawi. “Merdekakan jiwamu dari cinta dunia, dari cinta harta, tahta, wanita, dan ilmu. Merdeka sebenarnya juga merupakan doa orang Jawa terdahulu,” ujarnya penuh semangat.

 

PASSER Wong Bodho Indonesia, menurut Gus Sukhoiri, bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan sosial yang berpihak pada masyarakat kecil yang belum tersentuh keadilan. “Perbedaan adalah berkah. Jadikan perbedaan sebagai semangat untuk kemajuan, bukan perpecahan. Sepuluh orang yang bermanfaat bagi seribu orang lebih baik daripada seribu orang yang tidak memberi manfaat apa pun. Hidup adalah pengabdian,” tegasnya.

 

Di tengah rangkaian acara, Dedik Susanto selaku Ketua DPW PASSER Jawa Timur turut menyampaikan pesan kebersamaan. “Tanamkan rasa setia kawan di antara sesama anggota PASSER. Jangan ada yang saling merendahkan. Seperti sapu lidi, semakin banyak dan rekat, semakin kuat membersihkan kotoran yang ada,” tuturnya di bawah panggung utama.

 

Puncak harlah ditandai dengan lantunan dzikir dan sholawat yang menggema dari seluruh jamaah, menciptakan suasana haru dan spiritual yang mendalam. Ketua Umum PASSER, H. Abdul Rokhim, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. “Semoga dengan dzikir, sholawat, dan doa para ulama, kyai, serta seluruh anggota PASSER, organisasi ini semakin berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

 

Menutup sambutannya, H. Abdul Rokhim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Terima kasih kepada para alim ulama, para kyai, para sayid, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini,” pungkasnya.

 

Acara ini tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga peneguhan komitmen sosial PASSER Wong Bodho Indonesia dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berdaya.(Wan)

 

 

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version