Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan resmi mengoperasikan enam rute baru layanan Trans Jatim yang menghubungkan wilayah Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan). Keenam rute tersebut telah diluncurkan untuk memperkuat konektivitas antardaerah dan memberikan alternatif transportasi yang nyaman serta terjangkau bagi masyarakat.
Rute pertama, K1 Raden Wijaya, menghubungkan Terminal Porong di Sidoarjo dengan Terminal Bunder di Gresik melalui Terminal Purabaya di Surabaya. Rute ini memiliki panjang 72 km dengan 39 halte dan beroperasi dari pukul 05.00 hingga 19.00. Sementara itu, K2 Tribhuwana Tunggadewi melayani rute lingkaran dari Terminal Kertajaya di Mojokerto menuju Dukuh Menanggal di Surabaya dan kembali ke Terminal Kertajaya, beroperasi mulai pukul 04.00.
K3 Suhita menghubungkan Mojokerto dan Gresik melalui Kecamatan Jetis dan Dawarblandong, dengan panjang rute 30 km. Adapun K4 Joko Tingkir melayani rute dari Terminal Bunder di Gresik ke Terminal Paciran di Lamongan melalui Sidayu. Untuk rute yang lebih panjang, K5 Cakraningrat menghubungkan Sidoarjo, Surabaya, dan Bangkalan dengan total panjang 59 km. Terakhir, K6 Patih Gajah Mada melayani rute dari Sidoarjo ke Mojokerto melalui Terminal Mojosari.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur saat ini adalah Bapak Dr. Ir. Nyono, S.T., M.T. menyatakan, “Kehadiran Trans Jatim di wilayah Gerbang Kertasusila merupakan langkah strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat dan mengurangi kemacetan. Kami berkomitmen untuk terus memperluas jaringan transportasi umum yang terintegrasi.”
Selain enam rute yang sudah beroperasi, empat rute tambahan sedang dalam persiapan dan akan segera diluncurkan. Rute tersebut termasuk K7 yang menghubungkan Lamongan, K8 untuk Mojokerto-Jombang, K9 untuk Sidoarjo-Pasuruan, dan K10 yang menghubungkan Sidoarjo dan Surabaya melalui Gedangan.
Masyarakat menyambut positif kehadiran Trans Jatim. “Sangat membantu, terutama bagi kami yang sering bepergian antarkota dengan biaya lebih hemat,” ujar salah satu pengguna di Terminal Purabaya.
Dengan operasional penuh Trans Jatim, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Gerbangkertosusila.












