Tragedi Robohnya Pohon Berumur Ratusan Tahun di Jolotundo Tewaskan Dua Orang. 

MOJOKERTO, JATIMTIME.COM – Tragedi terjadi di kawasan Wisata petirtaan Jolotundo, Kabupaten Mojokerto. Hujan disertai angin kencang yang mengguyur kawasan Mojokerto mengakibatkan pohon yang berumur ratusan tahun Roboh dan menimpa sebuah Warung Kopi. Dalam Insiden ini mengakibatkan 2 orang di dalam warung tewas, sedangkan 7 lainnya mengalami luka berat

Hujan yang lebat di sertai angin kencang tersebut di perkirakan mulai Pukul 13.00 Wib. Saking derasnya hujan disertai angin yang sangat kencang, pohon yang di perkirakan ratusan tahun itu tidak kuat menahan terpahan angin sehingga mengakibatkan jebolnya akar pohon tersebut dan mengakibatkan roboh.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Djoko Supangkat mengatakan bahwa pohon tumbang terjadi sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB. Pohon tumbang menimpa warkop milik Ibu Saning di wisata petirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto.

Baca juga:  Dahsyatnya Banjir Bandang Kota Malang, Menimbulkan Korban Jiwa.

” Pohon tumbang tersebut menimpa warung kopi karena saking derasnya hujan disertai angin sangat kencang. Lokasi kejadian di area wisata petirtaan Jolotundo,” kata Djoko (14/11/2021).

Baca juga:  BLT DD Belum Dicairkan. Pemdes Di Desa Baruh Sampang Diduga Selewengkan

Akibat tumbangnya pohon tersebut serta menimpa sebuah warkop milik Ibu Saning rusak parah. Yang lebih Parah lagi menimpa para pengunjung maupun barang-barang di dalamnya. Dalam Kejadian ini merenggut korban jiwa.

Djoko Menambahkan ” Untuk Data sementara korban meninggal dunia dua orang, yang luka berat tujuh orang, total sementara korban sembilan orang,” Jelas Djoko.

Baca juga:  Akibat Gagal Salip Kendaraan Didepannya, Sebuah Mobil Tabrak Pengendara Motor Hingga Tewas di Sampang. 

Sembilan korban tersebut telah dievakuasi ke RS Mawaddah Medika, Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto.

“Informasi dari relawan Welirang, semua korban dievakuasi ke RS Mawaddah Medika untuk di lakukan perawatan Intensif, ” tandas Djoko.

Informasi yang kami peroleh, masih terdapat 4 korban luka-luka. Oleh karena itu evakuasi masih dilakukan oleh BPBD Kabupaten Mojokerto, TNI Polri, warga, bersama potensi relawan. (iwan)