Suami Selingkuh, Isteri Bongkar Rumah Mewah Senilai 300 Juta Rupiah di Ponorogo

JATIMTIME.COM – PONOROGO || Konflik rumah tangga yang berujung pembongkaran rumah kembali terjadi di Kabupaten Ponorogo. Kali ini menimpa rumah megah milik Pasangan Suami Istri (Pasutri) Purwanto (35) dan Sudarmi (40) warga Dukuh Kalipucang RT 02 RW 04 Desa Kedungbanteng Kecamatan Sukorejo, Selasa, (02/02/2022).

Diketahui jika, rumah yang dihancurkan itu senilai Rp300 juta di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo itu terekam video amatir warga. Pada video itu terlihat beberapa pekerja menjebol tembok dan mencongkel beberapa bagian rumah, seperti kusen, pintu dan kaca.

Setelah itu sebuah ekskavator datang dan merobohkan semua bangunan rumah hingga rata dengan tanah. Aksi perusakan itu berlangsung pada Rabu (2/2/2022) sore dan berlanjut pada Kamis (3/2/2022) pagi tadi.

Baca juga:  Naas! Mobil Seorang Ustad di Sampang Ludes Terbakar 

Aksi penghancuran rumah ini dilakukan pemilik rumah Sudarmi. Sebelumnya dia menikah dengan Purwanto hingga dikaruniai dua orang anak. Keduanya bekerja di Jakarta menjadi pengusaha telur asin dan sukses.

Baca juga:  Pembongkaran Tugu Perguruan Silat di Kecamatan Turi, Kapolres : Semoga Diikuti Perguruan Lainnya

Sementara itu, Kepala Desa Kedungbanteng Kecamatan Sukorejo Sunaryo membenarkan hal ini. Ia mengaku pihaknya telah melakukan upaya mediasi kedua belah pihak untuk tidak membongkar rumah itu, dan mewariskan kepada dua anak mereka yang masih duduk dibangku TK dan SD. Namun lantaran sudah menjadi kesepakatan bersama, pembongkaran pun tetap dilanjutkan.

” Kita sudah mediasi, disaksikan juga oleh Polsek Sukorejo. Tapi karena sudah sepakat keduanya dan tidak bisa lagi dicegah, ya kita bisa apa. Rumah itu tetap dibongkar. Besok infonya mau diratakan,” ungkapnya.

Baca juga:  Sungai Meluap, Jembatan Penghubung Dua Desa di Bojonegoro Putus Diterjang Arus. 

Sunaryo membeberkan, pembongkaran rumah Purwanto dan Sudarmi akibat persoalan rumah tangga. Keduanya kini telah bercerai.

“Masalah rumah tangga. Sampai cerai juga. Soal apa saya kurang paham. Sebenarnya kami sedih kalau rumah itu dibongkar, kan bisa buat anak. Tapi mau gimana lagi sudah sepakat mereka,” pungkasnya. (iwan)