Sidak Banjir, Gus Yani Siapkan Strategi Jinakkan Kali Lamong

GRESIK ||Pemerintah Kabupaten Gresik terus berupaya mengatasi banjir tahunan akibat meluapnya Kali Lamong. Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir debit air yang tinggi tidak bisa lagi ditampung oleh sungai yang melewati 4 kabupaten/kota di Jawa Timur ini. Akibatnya, beberapa desa di 3 kecamatan di Kabupaten Gresik terendam air.

 

Saat sidak banjir Jum’at (24/02) sore, Bupati Fandi Akhmad Yani bersama Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar mengunjungi Desa Jono, Kecamatan Cerme. Tampak hadir bersama rombongan, Kalaksa BPBD Gresik Darmawan, Kepala Dinas PUPR Gresik Dhiannita Tri Astuti, Camat Cerme Umar Hasyim, serta kepala desa dan perangkat Desa Jono.

Baca juga:  Identifikasi Lokasi Bencana, Bupati Gresik Percepat Langkah Recovery Pasca Banjir Bandang dan Longsor di Bawean

 

Disini, Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini tidak canggung turun menembus banjir untuk menyapa warga sekaligus memberikan bantuan sosial.

 

Dalam kesempatan ini Gus Yani mengatakan, dirinya bersama Pemerintah Kabupaten Gresik sudah mengupayakan penanggulangan Kali Lamong sejak awal dirinya bersama Bu Min (Wakil Bupati Gresik) menjabat.

 

“Kami sudah dua tahun ini sudah berupaya, dan tidak menunggu karena keterbatasan kewenangan. Karena biasanya terkait sungai banyak kewenangan yang terbatasi, ini kewenangan BBWS atau ini kewenangan pemerintah pusat. Kami berupaya apa yang bisa kita lakukan dalam pengendalian banjir ini akan kita lakukan,” terang Gus Yani.

Gus Yani menjelaskan, sejak awal menjabat dirinya langsung memohon izin kepada balai besar. Ini dilakukan dengan cara mengeluarkan rekomendasi teknis dalam membantu balai besar dalam upaya normalisasi Kali Lamong.

Baca juga:  Tingkatkan Produktifitas Pangan, Bupati Gresik Gus Yani Sosialisasikan Bantuan Pupuk Organik Cair dan Hayati Cair

 

“Selama ini kami sudah mengupayakan berbagai pembebasan lahan guna pembangunan tanggul dan normalisasi yang mencapai luasannya sudah lebih dari 50%. Ke Depan, solusi kami tidak akan berhenti di normalisasi saja. Kami akan mendesain kolam-kolam retensi dengan luasan kewenangan daerah sehingga bisa menampung air yang meluap,” ujar Gus Yani.

 

Lebih lanjut, Gus Yani menjelaskan saat ini dirinya bersama OPD terkait tengah mengidentifikasi berbagai kecamatan dan desa yang langganan terkena banjir. Disinilah rencananya akan dibuatkan kolam retensi yang diperkirakan bisa menampung air sebanyak 200 ribu kubik.

Baca juga:  Putuskan Pacar Setelah 8 Kali Berhubungan Badan, Seorang Pemuda Harus Berurusan Dengan Polisi. 

 

“Ini butuh gerak cepat, dan apa yang menjadi kewenangan kita akan kita kerjakan,” pungkasnya.

 

Sebagai informasi, dengan panjang sungai mencapai 103 km, Kali Lamong melintasi 4 Kabupaten/kota, yaitu Lamongan, Mojokerto, Gresik, dan Surabaya. Untuk di wilayah Gresik sendiri aliran kali lamong sepanjang 58,1 km melintasi kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Kedamean, Menganti, dan Kebomas.