Rembug Warga Saat Safari Ramadhan, Gus Yani : Kemacetan Manyar Akan Segera Mendapatkan Solusi

JATIMTIME.COM – GRESIK ||Di hari ke 4 puasa ramadhan, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani atau yang akrab disapa Gus Yani melakukan safari ramadhan untuk yang perdana. Kali ini, Rabu (06/04/2022) Gus Yani melakukan safari ramadhan di Masjid Baitus Salam, Kecamatan Kebomas, Gresik.

 

Dirinya tak sendirian, namun juga didampingi Wakil Bupati, Hj. Aminatun Habibah serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik.

 

Dalam momentum safari ramadhan tersebut juga dirangkai dengan kegiatan rembug warga, yakni menyerap aspirasi masyarakat. Sejumlah masyarakat dari tiga kecamatan, diantaranya Kecamatan Kebomas, Kecamatan Gresik dan Kecamatan Manyar hadir bersama dalam kegiatan tersebut.

 

Gus Yani menyebutkan, rembug warga ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan saran dan aspirasi untuk terwujudnya pembangunan di Gresik yang lebih baik dimasa mendatang. “Ini kesempatan panjenengan menyampaikan aspirasi, silahkan diutarakan,” ujar Gus Yani.

Baca juga:  Fakta Banjir Bandang Jember yang Rendam Ratusan Rumah dan Merenggut Korban Jiwa

 

Sontak seorang warga dari kecamatan Manyar dan seorang warga dari Kecamatan Kebomas mengacungkan tangan untuk menyampaikan usulannya kepada Gu Yani.

Sujatmiko, warga Kecamatan Kebomas mengusulkan kepada Gus Yani terkait keterlibatan masyarakat didalam desa siaga. Ia menyebut bahwa meskipun desa siaga sudah diproklamirkan sejak lama, namun belum berjalan efektif. “Untuk itu kami mohon Gus Yani untuk mendukung program desa siaga,” pintanya.

 

Sementara itu, Miftahul salah seorang warga kecamatan Manyar menceritakan keluhan warga Manyar terkait kemacetan yang setiap hari terjadi di seputaran exit tol Manyar menuju ke arah utara hingga di perempatan tugu Manyar. “Tolong keluhan warga ini bisa dicarikan solusi yang terbaik pak Bupati,” harapnya.

Baca juga:  Setelah Sekian Lama Akhirnya Prasasti Kamulan Kembali Ke Bumi Menak Sopal Trenggalek. 

 

Menanggapi usulan Sujatmiko, Gus Yani merespon positif. Menurut Gud Yani, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini dimulai dari keterlibatan masyarakat. Dan hal tersebut sudah mulai berjalan.

“Suatu misal persoalan banjir beberapa waktu lalu, keterlibatan penanganan banjir dilakukan oleh masyarakat sekitar. Ini berarti kita bisa melakukan kewaspadaan yang berbasis masyarakat. Kedua, pada saat penanganan Covid-19, kesiapsiagaan masyarakat ditunjukkan mulai dari pendirian posko darurat. Baik di perkotaan ataupun di tingkat desa. Mereka berkolaborasi dengan sejumlah lembaga dan organisasi masyarakat. Artinya apa? Masyarakat di kota ataupun di desa sudah tergerak dengan kesiapsiagaan,” jelasnya.

 

Sementara itu menanggapi keluhan yang dialami warga Manyar terkait kemacetan dari arah exit tol ke Utara. Pihaknya tengah menyiapkan langkah dan mengajak Forkopimda serta tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Manyar untuk fokus mengatasi persoalan tersebut.

Baca juga:  Gus Yani Buka Perilisan Museum Masmundari, Pelopor Museum Digital di Kabupaten Gresik

 

Menurut Gus Yani, Pemerintah berencana akan melakukan pelebaran jalan dengan membebaskan lahan seluruh lapak pedagang yang ada di sekitar area kemacetan. “Kita sudah siapkan anggaran, rencananya sejumlah lapak tersebut akan kita relokasi ke tempat yang baru. Jadi kami tidak hanya menggusur saja, namun kita carikan tempat pengganti yang layak bagi para pedagang tersebut,” katanya.

 

Ia berharap ada kesepakatan dari musyawarah desa nantinya.  “Jadi kembali saya sampaikan bahwa Pemkab tidak sekedar menggusur, akan tetapi tetap kita bangunkan lapak sesuai jumlah lapak di lokasi berbeda. Ini juga demi kepentingan masyarakat bersama. Mudah-mudahan dapat segera terealisasi,” imbuhnya. (iwan)