Protes Kebijakan Desa Lewat Facebook, Pria di Tuban Dilaporkan ke Polisi. 

TUBAN || Pemerintah Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban tidak terima dan mempolisikan pemilik akun media sosial yang juga warganya karena memprotes kebijakan lewat facebook. Salmo (62).

 

Postingan akun Fb Mbah Salmo menyedot perhatian berbagai kalangan di Kabupaten Tuban. Postingannya bertuliskan “Bantuan PKH itu untuk orang kaya raya lur, orang miskin cuma jadi penonton lur itu desa saya Guwoterus, Kecamatan Montong”.

 

Kepala Desa Guwoterus akhirnya melaporkannya dan kemudian ditindaklanjuti oleh Polsek Montong. Mbah Salmo akhirnya dipanggil dan diminta keterangan polisi di Mapolsek Montong pada Selasa (12/7), karena dianggap mencemarkan nama baik seperti diatur dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 

Saat dimintai keterangan oleh awak media, Salmo menceritakan, unggahan itu dipicu rasa kecewanya kepada pemerintah karena keluarganya tak pernah mendapat bantuan.

Baca juga:  Banding Etik Ditolak, Teddy Minahasa Resmi Dipecat dari Polri

 

Kritikan itu dia unggah di grup Facebook Jaringan Informasi Tuban (JITU). Komentar itu, katanya, saat ini sudah dihapus.

 

“Masalah bantuan sosial itu kalau perangkat desa matanya kena tumor, kepala desanya mabuk kecubung, ya enggak akan dapat, komentar saya begitu di Facebook, tapi sudah saya hapus itu,” terangnya, Kamis (14/7/2022).

 

Sementara itu, soal bantuan Salmo mengaku tak pernah mendapat. Dirinya pernah diminta untuk menyerahkan identitas untuk memprosesnya.

 

“Dulu saya pernah dimintai KK dan KTP untuk pengajuan bantuan, tapi sampai sekarang juga enggak pernah dapat bantuan,” ungkapnya.

 

Sebelum memenuhi panggilan polisi, Mbah Salmo sempat mendata warga miskin di dua RT dari 18 RT di Desa Guwoterus. Hasilnya ada sekitar 8 Kepala Keluarga (KK) yang layak dibantu tapi tidak menerima Bansos.

Baca juga:  Warga Bebas dari "Teror", Ular Piton Pemangsa Ternak Warga Berhasil Ditangkap. 

 

“Baru dua RT yang saya datangi satu persatu rumahnya. Terdata 8 keluarga kurang mampu yang tidak menerima Bansos,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (13/7/2022)

Upaya pendataan tersebut dilakukannya dengan harapan ada gayung bersambut baik dari Pemdes. Dilanjutkan validasi penerima Bansos yang layak.

 

Sehari-hari mbah Salmo bercerita tidak bekerja, semenjak ia menderita sakit. Selama ini ia hanya bisa mengandalkan warung kopi milik anaknya. Dengan dengan pendapatan yang tidak tentu tersebut, ia pernah mengajukan diri mendaftar sebagai penerima bansos, tetapi tidak disetujui oleh Pemdes.

 

“Punya riwayat sakit, akhirnya sekarang tidak bekerja lagi,” imbuhnya.

 

Kapolsek Montong, Iptu Haryono saat dikonfirmasi membenarkan laporan yang dibuat Kades Guwoterus Pudji. Laporan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE.

Baca juga:  Cinta Alias Ali Irfan, "Perempuan Jadi-jadian" Divonis 6 Bulan Bui Oleh Majelis Hakim PN Tuban. 

 

“Pelapor membuat aduan tersebut ke Polres Tuban dan ditindaklanjuti polsek,” katanya.

 

Mantan Kanit Reskrim Polsek Semanding itu belum bisa membeberkan kasus tersebut. Yang pasti, agenda pertama setelah menerima laporan adalah pemanggilan terhadap terlapor.

 

Sementara, Kades Guwoterus menyebutkan bahwa tindakan mempolisikan warganya bernama Mbah Salmo hanya untuk efek jera. Sebab, bukan hanya bansos PKH saja, melainkan banyak program desa yang dikritisi.

 

“Sudah tidak terhitung, Mbah Salmo ikut urus program desa. Baik fisik maupun sosial,” jelasnya. (iwan)