Pengusaha Pupuk Wadeng Audiensi Dengan Bupati Gresik, Cari Solusi Atasi Permasalahan Yang Menahun.

JATIMTIME.COM – GRESIK || Kamis (11/03), belasan pengusaha pupuk dari Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu beraudiensi dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

 

Bertempat di Pendopo Alun-alun Kabupaten Gresik, belasan pengusaha pupuk tersebut menceritakan permasalahan pupuk produksi Wadeng yang konon masalahnya tidak kunjung usai dari bertahun-tahun lalu.

 

Diskusi berjalan hidup, satu persatu pengusaha pupuk berbicara _uneg-uneg_ dalam usaha pupuknya selama ini. Setelah diskusi berjalan, dapat diurai akar masalah yang sejatinya ada dan menggurita didalam banyak hal, seperti diantaranya adalah permasalahan merk, hingga pemasaran produk.

Baca juga:  Tak Pernah Mendapat Bantuan Apapun, Nenek Sebatangkara di Sampang Luput Dari Perhatian Pemerintah. 

 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memimpin diskusi santai ini dengan aktif memberikan masukan kepada para pengusaha pupuk. Diawal diskusi, Bupati Millenial yang kerap disapa Gus Yani ini mengatakan diperlukan kekompakan bersama bagi para pengusaha pupuk Wadeng untuk bisa maju.

 

“Harus kompak antara satu pengusaha dengan yang lain, antara pengusaha besar dan kecil. Pengusaha yang besar bisa berbesar hati dan mau menggandeng pengusaha yang kecil untuk bisa berjalan bersama,” ungkap Gus Yani.

Baca juga:  Minyak Goreng Mahal? Berikut 9 Tips Membuat Pemakaian Minyak Goreng Lebih Irit dan Efisien 

Terkait permasalah yang sudah teridentifikasi, Gus Yani memberikan masukan kepada pengusaha pupuk Wadeng untuk membuat suatu paguyuban sebagai langkah awal untuk memecahkan permasalahan.

 

“Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk suatu paguyuban, dimana paguyuban tersebut menjadi rumah besar untuk melindungi pengusaha pupuk Wadeng yang sudah sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Baca juga:  Sukses Gelar Kontes dan lelang bandeng kawak, Khofifah : 60 Persen Bandeng Jatim dari Gresik. 

 

Dalam permasalahan merk, Gus Yani yang dalam diskusi ini mengajak ahli hukum menyarankan bahwa dibuat satu merk tersendiri dari pupuk hasil produksi Wadeng, sehingga tidak menyalahi aturan merk dagang. Dengan tidak adanya pelanggaran aturan, maka kemudian masalah pemasaran bisa dipikirkan lebih lanjut sehingga semua bisa berjalan bersama.

 

“Harapan kedepannya agar pupuk Wadeng ini bisa semakin baik dan laris,” tutup Gus Yani. (red)