Minyak Goreng Langka, Komunitas Wartawan Gresik Bersama Diskoperindag Bagikan Migor pada PKL

JATIMTIME.COM – GRESIK || Kelangkaan minyak goreng mendorong Komunitas Wartawan Gresik (KWG) bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindusrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik untuk kembali melakukan aksi sosial dengan berbagi kepada warga terdampak sulitnya mendapatkan minyak goreng (migor), Senin (2/3/2022).

 

Sasaran aksi mereka yakni pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Sekretariat KWG, di Jalan Basuki Rahmat No.08B, Gresik yang memang merasakan dampak langsung kelangkaan minyak ini.

Baca juga:  KETUA KWARCAB GERAKAN PRAMUKA GRESIK MELANTIK PENGURUS MABIRAN DAN KWARAN PRAMUKA SANGKAPURA - TAMBAK MASA BHAKTI 2021-2026

 

Ketua Komunitas Wartawan Gresik (KWG) M.Syuhud Almanfaluty mengaku bersyukur karena kembali bisa berbagi kepada warga yang membutuhkan.

 

“Alhamdulillah, kali ini KWG bisa berkolaborasi dengan Diskoperindag memberikan bantuan migor kepada warga yang membutuhkan,” ucapnya.

 

Syuhud menyatakan, bahwa saat ini masyarakat di Kabupaten Gresik masih banyak yang kesulitan mendapatkan minyak goreng.

 

Kalau pun toh bisa beli migor di pasaran, namun harganya di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu per kg. Atau pun toh kalau bisa beli dibatasi 1 liter di tempat perbelanjaan.

Baca juga:  PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Hotel di Malang Tetap Terapkan Prokes yang Ketat.

 

“Mudah-mudahan bantuan migor kepada PKL ini bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, ” harapnya.

 

Syuhud juga berharap keberadaan migor di pasaran bisa kembali normal. Sehingga, masyarakat muda mendapatkan migor di semua tempat perbelanjaan.

 

“Mewakili Komunitas Wartawan Gresik saya ucapkan terima kasih kepada Kepala Diskoperindag atas penyediaan migor. Mudah-mudahan migor kembali normal di pasaran,” terangnya

Baca juga:  Update Covid-19, Sebanyak 12 Kabupaten Masuk Level 3 PPKM Termasuk Gresik 

 

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Gresik, Agus Budiono menyatakan, saat ini pihaknya intens melakukan operasi pasar migor untuk mengurai kesulitan warga mendapatkan migor.

 

“Kami dengan Pak Bupati Fandi Akmad Yani, dan Wabup Aminatun Habibah serta stake holder terkait intens lakukan operasi pasar untuk mengurai kesulitan warga mendapatkan migor,” pungkasnya. (red)