Mandi Berujung Maut, Seorang Kakek di Bojonegoro Ditemukan Tewas Mengapung di Embung. 

JATIMTIME.COM – BOJONEGORO || Nasib naas dialami seorang kakek bernama Manan (58) warga RT 03 RW 01 Desa Mudung Kecamatan Kepohbaru, dia ditemukan meninggal dunia dalam posisi tengkurap dan terapung di Embung sekitar desanya yang jaraknya tak jauh dari rumah korban.

 

Menurut data yang kami terima, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 6/2/22 sekira pukul 08.30 WIB, di Embung yang berada di RT 03 RW 01 Desa Mudung, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

 

Kabid Tibum Tranmas Satpol PP Kabupaten Bojonegoro Beny Subiakto, S.STP, MM mengatakan, bahwa peristiwa ditemukan korban meninggal dunia di embung yang berada di Desa Mudung, Kecamatan Kepohbaru itu, pertama kali diketahui seorang saksi yang saat itu sedang berada di lokasi.

Baca juga:  Gagal Sandar dan Terdampar Akibat Gelombang Tinggi, Satu Awak KM Jaya Utama Meninggal Dunia

 

“Saksi yang juga warga desa sekitar melihat ada sosok manusia dengan posisi tengkurap di tengah embung, kemudian berteriak minta tolong. Setelah ada bantuan selanjutnya kedua saksi mendatangi korban yang sudah meninggal dunia,” ujarnya.

 

Dari keterangan saksi, setelah mendatangi dan menolong ternyata korban yang tenggelam dan terapung tersebut adalah tetangga dan warga desa setempat.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem! Hujan & Angin kencang Akibatkan Pohon Tumbang yang Hancurkan Rumah & Tutup Akses Jalan di Trenggalek 

 

Beny menyebutkan, korban meninggal dunia akibat tenggelam di embung itu bernama Manan (58) warga RT 03 RW 01 Desa Mudung, Kecamatan Kepohbaru. Kronologi awalnya yakni pada Minggu sekira pukul 07.10 WIB korban berangkat menuju embung untuk mandi. Namun, satu jam kemudian korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terapung dan tengkurap di tengah embung.

Di lokasi kejadian, juga telah didatangi petugas medis dari Puskesmas setempat, anggota Koramil, Polsek, Satpol PP kecamatan Kepohbaru, serta Pemdes Mudung. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, selanjutnya jazad korban diserahkan kepada pihak keluarga, jelas Beny Subiakto.

Baca juga:  Ratusan Polisi Malang Sujud Mohon Maaf Atas Tragedi Kanjuruhan yang Menewaskan Ratusan Jiwa. 

 

Kabid Tibum Tranmas Satpol PP mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dan tetap menjaga anggota keluarga, khususnya melarang untuk tidak melakukan aktivitas mandi di embung. Serta melaporkan segala suatu yang mengganggu kenyamanan dan keamanan ke petugas terdekat. (iwan)