Lautan Manusia Mengiringi Pemakaman Kyai Sekaligus Budayawan Kharismatik Kota Gresik Roomo Kyai KH Muchtar Jamil. 

JATIMTIME.COM – GRESIK || Duka mendalam terpancar dari lautan masyarakat Kota Gresik yang mengantar hingga memadati area peristirahatan terakhir KH Muchtar Jamil di area makam Tlogo Pojok Gresik, Senin (14/03/2022).

 

Selain momentum kehilangan salah satu tokoh agama besar dan budayawan di kota santri yang akrab disebut Kiai Tar ini, melalui media sosial dan status masyarakat, warga yang turut hadir langsung mengiringi jenazah ke peristirahatan terakhir dengan alunan kalimat tauhid.

Baca juga:  PENCEGAHAN  TERHADAP TINDAKAN KORUPSI DI GRESIK, KPK GELAR MONEV MCP

 

Mohammad Tajuddin Kepala Rekam Medis RS Semen Gresik yang juga santri KH. Muhtar Jamil membenarkan kabar duka tersebut dan mengabarkan bahwa beliau akan dimakamkan di pemakaman keluarga yakni makam Tlogo Pojok.

 

”Minta doa nya untuk beliau. Rencananya, almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di Makam Telogo Pojok, Gresik, ” pungkasnya.

 

Pemakaman Kiai Tar yang dilakukan sekitar pukul 20.30 WIB dihadiri dan diiringi oleh lautan warga baik dari berbagai penjuru Kota Gresik ikut berbondong-bondong hadir.

Baca juga:  Penuhi Panggilan Polisi, Bupati Ponorogo Bantah Ijazah Palsu.

Kyai sekaligus Mustasyar PCNU Gresik itu wafat di usia 84 tahun berjuang melawan penyakit yang diderita.

 

Salah satu warga yang turut hadir dalam pemakaman Kiai Tar, Fadli membenarkan adanya lautan santri atau manusia yang mengantarkan ke peristirahatan terakhir salah satu tokoh agama yang dikenal kharismatik dan santun ini.

Baca juga:  Gebyar HAN 2023, Wabup Gresik Bu Min Sebut Peran Pers Bantu Percepat Tersosialisasinya Pemenuhan Hak Anak di Masyarakat

 

“Ini salah satu kecintaan dan hormat para peziarah yang datang untuk mendoakan dan mengantarkan ke peristirahatan terakhir sosok panutan dan guru, Romo Kiai Tar,” kata Fadli.

 

Fadli juga menyebut bahwa berpulangnya Kiai Tar merupakan duka mendalam bagi santri dan warga yang hadir di area pemakaman.

 

“Pancaran berkaca-kaca menyiratkan kesedihan dan kehilangan mendalam terpancar dari peziarah yang datang,” ungkapnya. (iwan)