Lama Tak Ditempati, Warung Makan Ludes Dilalap SiJago Merah.

TUBAN, JATIMTIME.COM – Terjadi kebakaran melalap sebuah bangunan warung makan yang sudah lama tidak ditempati di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, pada Selasa (23/11/2021)

Warung makan milik Syafi’i warga Tuban ini hangus ludes terbakar. Dugaan sementara sumber api atau penyebab kebakaran akibat korsleting listrik, dan api menyebar ke seluruh bangunan sehingga bangunan warung tersebut tak tersisa lagi.

Kebakaran ini tidak sampai menelan korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut, namun pemilik warung ditaksir mengalami kerugian materi mencapai puluhan juta. Saat kejadian, pemilik warung tersebut tinggal atau berada di Tuban, namun kata Jubaidi, pemilik warung juga asli orang Socorejo.

Baca juga:  BMKG Sebut Pulau Jawa Berpotensi Tsunami Setinggi 10 Meter

Saksi mata yang berasal dari warga desa setempat bernama Jubaidi (50) mengungkapkan, kejadian kebakaran tersebut mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB pagi. Kobaran api tiba-tiba menyala di warung makan milik korban tersebut.

Baca juga:  Hujan Intensitas Tinggi Sebabkan Banjir Hingga Ketinggian Satu Meter di Lumajang

“Warung makan jualan nasi dan lain-lain tapi sudah lama tidak ditempati. Kurang lebih 6 bulan lah,” tutur Jubaidi.

Jubaidi juga menambahkan, api yang besar menghanguskan seluruh bangunan warung hingga tak tersisa.

“Yang pertama kali melihat itu adik saya, rumahnya bersebelahan. Tiba-tiba api sudah besar langsung hangus semua,” ucapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Yudi Irwanto mengatakan, jika bangunan tersebut kosong tak berpenghuni yang sudah lama ditinggal pemiliknya. Korsleting listrik diduga menjadi penyebab utama musibah ini yang menyebabkan api dengan cepat menyebar ke seluruh bangunan, di ruang tamu bagian depan, serta bagian belakang, sehingga bangunan tersebut tak tersisa lagi.

Baca juga:  Salip Kendaraan di Depannya, Sebuah Truk Tebu Hantam Toyota Avanza. 

“Kebakaran diduga akibat korsleting listrik, dan api dengan cepat membesar,” ujar Yudi Irwanto. (iwan)