Kronologi Meninggalnya Dokter Muda Anggota IDI Cabang Gresik Akibat Bunuh Diri di Malang. 

MALANG || Seorang dokter muda yang juga anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gresik berinisial AR alias Arif (29), ditemukan gantung diri di depan kamar rumah kontrakannya, di jalan Mongisidi Kecamatan Klojen Kota Malang , pada Selasa (6/9/2022) sore.

 

Kronologi yang dihimpun dari keterangan dilapangan menyebutkan bahwa salah satu saksi, Hanny Anneke terakhir bertemu korban di TKP tempat kontrakannya, pada hari Senin (5/9/2022) sekira pukul 20.00 WIB. Sempat terjadi perdebatan diantara ia dan korban, namun kemudian ia pergi meninggalkan korban di kontrakannya.

Baca juga:  Bupati Gresik Bersama Gubernur Jatim Laksanakan Shalat Tarawih Di Masjid Jami Gresik Hingga Bagikan Ratusan Paket Beras

 

Korban sempat menghubungi Hanny melalui telepon, agar pulang ke kontrakan sekira pukul 23.00 WIB. Namun ia datang pada hari Selasa (6/9/2022) sekira pukul 11.00 wib, Hanny pulang ke rumah kontrakan korban dan tidak melihat kunci kontrakan yang biasa ditaruh di bawah karpet. Lalu ia mencoba menelpon HP korban, namun, tidak diangkat.

 

Merasa kondisi tidak seperti biasanya, Hanny menghubungi Dicky Putra Perdana untuk meminta bantuan membuka pintu kontrakannya, lalu Dicky meminta bantuan ahli kunci untuk membuka pintu rumah kontrakan dan ternyata diketahui korban sudah meninggal dunia dengan gantung diri.

Baca juga:  Kasus Pembakaran Santri di Pasuruan, Satu Tersangka Ditetapkan 

 

Mengetahui hal tersebut, teman korban langsung meminta tolong dan melaporkan ke pihak kepolisian. Lalu sekitar pukul 16.30 WIB, petugas mendatangi lokasi kejadian dan langsung mengecek kondisi tubuh korban.

 

Kejadian tersebut dibenarkan Kasatreskrim Polresta Malang Kota (Makota), AKP Bayu Febrianto Prayoga yang masih mendalami motif korban mengakhiri hidupnya.

“Kami belum tahu alasan korban nekat bunuh diri. Jenazahnya sudah dibawa keluarga untuk dimakamkan di Bogor. Keluarga juga sudah menerimanya sebagai musibah,” ungkapnya.

Baca juga:  Curah Kobokan, Akses Satu-satunya Lumajang-Malang Akan Diperlebar. 

 

“Yang mengetahui korban bunuh diri adalah temannya,” lanjut Bayu.

 

Selama seharian, tidak bisa dihubungi, hingga akhirnya memilih untuk mendatangi tempat tinggalnya. Di rumah itu, juga tidak terdengar suara apapun.

 

”Temannya ini mencoba mengintip lewat jendela, ternyata melihat korban sudah meninggal,” tutupnya.

 

Anggota Polsekta Klojen dan Polresta Makota yang datang usai mendapat laporan, langsung mendobrak pintu rumah dan kamar, serta mengecek kondisi jenazah. Dari hasil identifikasi, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban. (iwan)