Isteri Hamil Tua, Suami Diikat Warga Karena Mencuri Gabah.

TUBAN || Seorang pria berinisial H (37) nekat mencuri satu karung gabah milik Kasmuji (38) warga Desa Tengger Wetan, Kecamatan Kerek, Tuban, di teras penggilingan padi. Terduga pelaku yang juga warga sekitar kejadian tersebut mencuri demi memenuhi kebutuhan sehar-hari.

Kapolsek Kerek AKP Darmono menjelaskan, Kejadian nya awal mulanya pada saat si Istri korban hendak menaruh satu sak gabah lagi di penggilingan ternyata melihat ada satu orang telah memuat satu karung gabah di atas kendaraan milik si pelaku.

“Kemudian melihat pelaku membawa satu karung gabat, istri korban menanyakan kepada pelaku kenapa satu sak gabah tersebut diangkut, kemudian pelaku H malah melarikan diri dan tertangkap warga,” jelas AKP Darmono kepada awak media.

Baca juga:  Ngaku Sebagai Intel di Tuban, Warga Gresik Sikat Uang dan Menggauli Seorang Perempuan

Lebih lanjut, Kapolsek Kerek menerangkan selanjutnya korban menghubungi polsek Kerek dan langsung mendatangkan tim untuk ke lokasi. Setelah itu, tersangka dan barang bukti dibawa ke polsek Kerek untuk antisipasi amukan masa.

“Keterangan tersangka karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sekarang tersangka berada di polsek dan selanjutnya kami limpahkan ke polres Tuban untuk penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Baca juga:  Polda Jatim Ungkap 24 Kasus TPPO, 233 korban Berhasil Diselamatkan

Terduga pelaku kesehariannya bekerja serabutan. Namun, karena biaya hidup yang semakin mahal, dirasa penghasilan pria satu anak itu tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga sehingga nekat melakukan pencurian gabah milik tetangganya sendiri.

“Istri terduga pelaku yang sedang hamil tua dan anaknya yang masih kecil menangis histeris saat melihat orang kesayangannya itu dibawa oleh polisi,” ujar salah satu saksi, Kholif warga Kecamatan Kerek.

Baca juga:  Polresta Banyuwangi Sebar Polisi RW Berikan Jaminan Keamanan Warga Masyarakat

Melihat hal itu, Kholif mengaku tidak tega melihat kondisi keluarga terduga pelaku. Bahkan dia mengatakan kalau bisa kejadian ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan dengan mempertimbangkan rasa keadilan dan kemanusiaan.

“Jujur kalau saya gak tega melihat anaknya yang masih kecil dan istrinya yang sedang hamil tua. Semoga bisa diselesaikan dengan cara Restorative justice dengan mempertimbangkan sisi kemanusiannya,” tuturnya. (iwan)