Hilang Selama Dua Hari, Nelayan Asal Surabaya yang Hilang Ditemukan di Perairan Madura dalam Kondisi Selamat. 

SURABAYA || Setelah dilaporkan hilang sejak dua hari yang lalu (Minggu, 11/09/2022), Nelayan bernama Hasan, 70 tahun, warga Jalan Nambangan Perak, Kelurahan Kedung Cowek, Bulak, akhirnya ditemukan.

 

Kepala BPBD Kota Surabaya, Ridwan Mubarun membenarkan kabar tersebut dan menyebutkan bahwa kondisinya dalam keadaan sehat.

 

“Alhamdulillah dapat info sudah ditemukan,” kata Ridwan Mubarun, Senin (12/09/2022).

 

Nelayan Jawa-Bali Berlomba Lintasi Selat Bali Pakai Perahu Layar

Ridwan mengatakan, nelayan ikan teri tersebut dilaporkan ditemukan di perairan Madura, dalam keadaan sehat. Ia pun saat ini sudah dievakuasi oleh sejumlah nelayan setempat.

Baca juga:  Ditolak Kampus Dalam Negeri, Seorang Pelajar Ponorogo Diterima Masuk 3 Kampus Top Dunia. 

 

“Iya selamat, sekarang sudah diamankan nelayan Madura di Camplong (Kabupaten Sampang),” jelasnya.

 

Hingga sekarang, kata Ridwan, pihaknya masuh belum mengetahui secara pasti kondisi korban. Pasalnya, saat ini petugas BPBD Kota Surabaya masih dalam perjalanan untuk menjemput nelayan itu.

 

Kronologi hilangnya korban dijelaskan oleh salah satu kerabat korban, Sholeh Fudin mengatakan bahwa saudaranya tersebut berpamitan untuk berangkat melaut sejak Minggu, 11 September 2022, lalu sekitar pukul 05.00 WIB.

Baca juga:  Hujan Deras, Gus Yani Tinjau Tanggul Anak Kali Lamong Di Desa Beton Yang Jebol

 

Akan tetapi, kata Sholeh, perahu korban yang biasanya bersandar sekitar pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB, belum juga terlihat. Bahkan hingga saat ini, kerabatnya itu pun tak kunjung pulang.

 

“Biasanya jam 11.00 WIB, atau paling lambat jam 13.00 WIB sudah pulang. Tapi ini hingga sekarang belum pulang,” kata Sholeh, Senin, 12 September 2022.

 

Lantaran tak kunjung pulang, pihak keluarga kemudian melaporkanya ke Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Di sisi lain, teman nelayan lainya juga tetap melakukan pencarian.

Baca juga:  Wujudkan Pemerintahan yang Bersih, Pemkab Sampang Gelar Survey dan Sistem Informasi Berbasis Teknologi.

 

“Pukul 16.00 WIB, teman-teman nelayan juga ikut cari. Tapi karena air laut surut, akhirnya pukul 20.00 WIB teman-teman pulang,” pungkas Sholeh. (iwan)