Heboh Dawet Karbit, Satu Orang Pedagang Sudah Diamankan Satuan Polres Jember. 

JEMBER || Seorang pedagang dawet berinisial HL (30) ditangkap polisi setelah ditemukan kandungan bahan berbahaya bagi kesehatan. HL terbukti menjual dawet yang dicampur kalsium karbida atau karbit di Desa Darungan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

 

Tersangka HL dalam keterangannya kepada penyidik mengaku sudah menjalankan bisnis tersebut sejak tiga tahun terakhir dan produknya dijual kepada pedagang di sejumlah pasar tradisional.

 

Kemasan dawet yang dicampuri karbit tersebut dijual dengan harga cukup terjangkau, yakni berkisar Rp1.500 hingga Rp50.000 kepada sejumlah pedagang yang memasarkan dagangannya di pasar tradisional.

Baca juga:  Meriahkan HUT RI Ke-77, Bupati Gresik Gus Yani Lepas Peserta Karnaval Desa Pangkah Wetan

 

Kasat Reskrim Polres Jember Ajun Komisaris Polisi Komang Yogi Aryawiguna menyebutkan bahwa penangkapan tersebut sebagai tindak lanjut laporan dari masyarakat.

 

“Kami menangkap HL setelah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dengan pembuatan dawet menggunakan bahan berbahaya,” kata Komang Yogi Aryawiguna kepada awak media.

Dari hasil pemeriksaan polisi, HL membuat sendiri nata de coco dan dawet jumble yang dicampur dengan bahan berbahaya kalsium karbida, kemudian dikemas dan dijual kepada pedagang di sejumlah lapak pada beberapa pasar tradisional.

Baca juga:  Volume Hujan dan Angin Tinggi di, Dua Pohon Besar Tumbang Tutup Akses Jalan di Jember.

 

“Kalsium karbida biasanya digunakan untuk bahan pengelasan sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan ketika dikonsumsi oleh masyarakat,” ujar Yogi.

 

Yogi juga menambahkan bahwa HL menggunakan campuran karbit dalam adonan dawetnya supaya kental dan keras. Selanjutnya adonan dawet tersebut dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional, yakni Pasar Tanggul, Bangsalsari, Rambipuji, Balung, Jatiroto, dan Tanjung.

Baca juga:  Kurir Sabu Senilai Milyaran Rupiah di Mojokerto Berhasil Dibekuk, Bandar Masih dalam Pengejaran. 

 

“Beberapa barang bukti yang kami sita, di antaranya satu bungkus dawet jumble, lima bungkus karbit, dua bungkus benzoat, tepung tapioka, dan satu buah timbangan,” kata Yogi.

 

Atas perbuatannya, tersangka HL dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (3) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda maksimal Rp2 miliar. (iwan)