Forum Studi Banding BPD Roomo dan BPD Sangkapura Untuk Kemajuan Kedua Desa.

GRESIK, JATIMTIME.COM – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Roomo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, menggelar Program Studi Banding dengan BPD Sangkapura Bawean guna meningkatkan kompetensi diantara anggotanya dan menyelaraskan persepsi visi dan misi di antara kedua BPD, Rabu(10/11 /2021).

Kepala Desa Roomo, Rusdianto mengungkapkan apresiasinya terhadap forum studi banding ini, dimana beliau berharap hadirnya manfaat yang akan diterima kedua desa atas terselenggaranya forum ini.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi sekali atas forum studi banding ini semoga membawa manfaat untuk kedua desa yang sama-sama ingin maju dan berkembang,” papar Rusdianto.

Rusdianto memaparkan kondisi Desa Roomo yang mempunyai luas tanah seluas 364 hektar, dengan porsi wilayah yang digunakan untuk industri seluas 212,66 Hektar, sedangkan untuk pemukiman warga seluas 109,72 hektar. Dengan jumlah penduduk 5499 jiwa yang terbagi di 22RT dan 4 RW, juga tak lepas dari beberapa kendala yang dihadapi. Desa Roomo bisa disebut juga desa transisi, yaitu kondisi status desa yang berada diantara desa dan kota. Kondisi ini yang memunculkan beberapa kendala selain pembangunan desa, yakni kegiatan kemasyarakatan yang terbentur tentang waktu. Melalui BPD, desa terus membangun sinergi dengan semua elemen untuk bersama-sama membangun potensi yang ada di desa roomo.

Baca juga:  Latihan Tes Praktik Sendiri di Satlantas Polres Gresik Hingga Larut Malam, Pemuda Tlogo Pojok Mendapat Apresiasi dari Kapolres Gresik. 

“Agenda rapat atau musyawarah desa yang selalu diadakan malam hari karena terkendala jam kerja karena pagi dan siang hari masyarakat harus bekerja sehingga rapat sepi yang hadir. Namun kami terus membangun keselarasan persepsi dengan masyarakat agar satu tujuan untuk membangun desa.” tambah Rusdianto.

Baca juga:  Empat UMKM Kabupaten Gresik Terima Sertifikat HACCP, IKI dan CKIB Dari Kementrian Kelautan dan Perikanan

Ketua BPD Sangkapura Bawean, Hatman. Spd, menyampaikan antusiasnya terhadap acara ini. Hatman apresiasi peran BPD Roomo yang bisa berjalan selaras dengan Kepala Desa untuk bersama-sama bersinergi membangun desa. Beberapa hal kendala BPD Sangkapura disampaikan di forum ini dengan harapan ada pemecahan atau solusi yang didapat dari forum studi banding ini. Salah satunya ketidak tersedianya staf BPD yang menjadi kendala dalam operasional BPD.

“BPD Sangkapura beda dengan disini (BPD Roomo), kalau disana tidak ada staf yang menjadi kendala kami untuk mendukung program BPD, semoga forum ini menghadirkan solusi yang bisa kami bawa ke Bawean.” papar Hatman.

Baca juga:  Hadiri Tahlil Kubro Muslimat-Fatayat NU se-Kecamatan Driyorejo, Ini Pesan Bu Min

Sekretaris BPD Desa Roomo, Mujaahidur Rohmah yg akrab di sapa Cak Hid, memaparkan peran BPD Roomo yang selalu bersinergi dengan kepala desa. Terkait kelembagaan dan kemasyarakatan, salah satunya jaminan kesehatan masyarakat lewat Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang selaras dengan program Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melalui Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBIP).

Dari total 1,3 juta penduduk Gresik, sebenarnya ada kuota sekitar 440000an dimana sebanyaknya yang sudah terintegrasi ke sistem JKN lewat BPJS.

“Bapak Bupati telah menentukan target Universal Health Coverage (UHC) di tahun 2022, dimana semua penduduk harus terintegrasi di sistem jaminan kesehatan melalui KIS,” papar Cak Hid. (iwan)