Fakta Kasus Kematian Dua Perempuan yang Dicor di Bekasi. 

JAKARTA || Kasus kematian Heni Purwaningsih (48) dan Yusi Purawati (47) di sebuah kontrakan di Kota Bekasi akhirnya terkuak. Dua perempuan paruh baya asal Cakung, Jakarta Timur pamit pergi pengajian dan tidak pernah kembali. Korban meninggalkan rumahnya pada Minggu (26/2). Keesokan harinya keduanya ditemukan sudah meninggal dunia.

Tragisnya, jasad dua sahabat ini dikubur menumpuk dalam sebuah lubang di lantai dalam rumah tersebut. Lubang itu ditutup dengan cor (adonan semen dan kerikil) untuk menghilangkan jejak.⁠

Penemuan mayat bermula ketika Heri, suami Yusi, resah istrinya tak kunjung pulang. Story WhatsApp Yusi menunjukkan ia sempat makan bakso dengan empat temannya sekitar pukul 16.00. Namun, tidak ada lagi kabar hingga malam harinya. Pesan pun tidak dibalas. Heri sempat mengecek di rumah sakit sekitar, mencari kemungkinan istrinya kecelakaan. Hasilnya nihil.⁠

Baca juga:  Intensitas Hujan di Beberapa Kota Besar, Jawa Timur Masuk Kategori Waspada Rawan Bencana. 

Heri kemudian meminta anaknya melacak history Google Maps ponsel istrinya. Hasil menunjukan Yusi terakhir berada di Jalan Nusantara 3, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara. Heri juga menelepon keluaga Heni, teman Yusi. Tanpa disangka, Heni pun tak pulang malam itu. Pelacakan melalui Google Maps menunjukan Heni ada di tempat yang sama dengan Yusi.⁠

Baca juga:  Wakil Bupati Sampang Hadiri Wisuda Purna Siswa MA - Mts Yayasan Lembaga Al Jauhariyah Sembung di Gedung Arab Wings Jatra Timur

Esoknya, Senin (27/2) sekitar pukul 15.00, Heri menuju ke alamat tersebut yang notabene rumah kontrakan Permana (50), teman Yusi. Menurut rekaman CCTV tetangga Permana, memang Yusi dan Heni terlihat berada di rumah itu pada pukul 17.00 kemarin.⁠

Heri lalu melapor ke petugas kelurahan dan disepakati mereka akan menunggu polisi datang baru kemudian masuk rumah itu. Polisi tiba pukul 22.00WIB, mencoba masuk rumah Permana, tapi tidak ada respons. Akhirnya pintu didobrak.⁠

Di dalam rumah, para pendobrak melihat lantai di bawah tangga yang semennya masih basah. Heri juga melihat pakaian istrinya. ⁠

Baca juga:  Bupati Gresik Gus Yani Ingatkan Warga Pentingnya Imunisasi Saat Buka Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2022

Permana ditemukan di dalam kamar dalam kondisi bersimbah darah. Ia diduga mencoba bunuh diri dengan cara memotong urat tangan. Permana kemudian tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. ⁠ (iwan)