Dinilai Mandul menangani Kasus Kekerasan Seksual, PMII Geruduk Kantor Polres Sampang.

JATIMTIME.COM – SAMPANG|| Pengurus Cabang Korps PMII Putri Kabupaten Sampang Geruduk Kantor Polres Sampang.

 

Kedatangan Demonstran ke Polres Sampang untuk menanyakan penanganan pelaku kekerasan seksual yang sudah 5 bulan yang belum ditangkap.

 

Sebelum nya aksi ini udah pernah dilakukan, namun tidak ada tindak lanjuti oleh pihak Polres Sampang sehingga para aksi berdemonstan turun ke jalan lagi.

 

“Kasus ini udah lima bulan lebih, namun pihak Polres Sampang belum bisa menangkap pelaku,” kata Korlap didepan Mapolres Sampang.

Baca juga:  Mencurigakan di Kos Putri, 3 Laki-laki Pengedar Sabu dan Pil Koplo Dibekuk Polisi Jombang. 

 

Pantauan dari awak media dilapangan, para aksi ini sambil membawa keranda mayat yang bertuliskan “Tangkap Mafia Selangkangan”.

 

Saat aksi berlangsung, Kapolres Sampang sempat keluar dari ruangan nya untuk menemui para aksi demonstran, namun tidak berselang lama Kapolres Sampang kembali masuk keruangan nya lagi.

Saat dikonfirmasi Kapolres Sampang menyatakan, dirinya sempat keluar untuk menemui para aksi demonstran.

Baca juga:  Sebuah Video Mesum di Medsos Hebohkan Situbondo

 

Namun karena aksi demonstran semuanya berteriak, tidak memberikan kesempatan untuk bicara, akhirnya saya masuk kembali.

 

Padahal sebelumnya sudah kami undang biar bisa bicara diruang rapat, tapi mereka menolak.

 

“Tuntutan mereka untuk menangkap pelaku kami terima, karena itu tugas kami,” kata Kapolres Sampang.

 

Namun sebelumnya Kapolres Sampang minta maaf, karena kasus ini terjadi sejak Oktober 2021. Sementara saya masuk pada November 2021 akhir.

Baca juga:  Polisi Tindak Oknum Pesilat yang Rusuh di Tuban

 

“Kasus ini atensi, kalau memang pelaku kekerasan seksual ada di Sampang pasti kami tangkap,” kata Kapolres Sampang.

 

Kata Kapolres Sampang, tolong jangan asal melontarkan statement yang tidak bisa dipertanggung jawabkan , kalau memang pelaku ada di Sampang tolong tunjukkan dan pasti kami tangkap.

 

“Pengejaran ini bukan hanya di Sampang, namun sudah diluar Jawa Timur, jadi kami tidak tinggal diam,” pungkas Kapolres Sampang.(mldn)