Diduga Gelapkan Bantuan Alat Tani Sebesar 150 Juta Rupiah, Mantan Gapoktan Desa Tambakrejo Dilaporkan ke Polisi. 

JATIMTIME.COM – DUDUKSAMPEYAN ||Aksi penggelapan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) senilai 150 juta pada Tahun anggaran 2011-2019 terjadi di Desa Tambakrejo Kecamatan Duduksampeyan. Mantan ketua Gapoktan yakni saudara Latib menjadi terduga dan telah dilaporkan oleh sejumlah masyarakat desa tersebut ke Polres Gresik atas kasus dugaan korupsi atau penggelapan.

 

Sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Petani Tambakrejo mendatangi Polres Gresik dan kini laporan tersebut telah ditrima unit II tindak pidana korupsi Satreskrim Polres Gresik.

Baca juga:  Penuhi Panggilan Polisi, Bupati Ponorogo Bantah Ijazah Palsu.

 

Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat WhatsApp, Latib menyatakan bahwa semua mesin telah diserahkan kepada ketua Gapoktan yang baru.

 

“Semua bantuan alat mesin pertanian sudah saya serahkan ke Gapoktan baru yang sekarang dipimpin sama bapak Sungatno dan semua alat mesin pertaniannya sudah diterima dan ada tanda terimanya,” Ungkap Latib.

 

Namun saat wartawan konfirmasi Ketua Gapoktan yang baru yakni Sungatno menyatakan bahwa dari 10 item, dia hanya menerima 5 item alat pertanian saja.

Baca juga:  Istimewanya Buah Kurma Saat Ramadhan, Berikut Khasiat dan Jenis-jenisnya

“Kami hanya menerima 5 alat saja, diantaranya Hanstraktor Roda 2, Traktor Roda 4, Pompa Air, Power Threaser, dan Combine”. Ungkap Sungatno.

 

Sungatno berdalih tidak mengetahui tentang alat pertanian yang lainnya dan mengarahkan pada Ketua yang lama atau Dinas yang terkait.

 

“Bantuan alat yang lainnya saya tidak tau menahu, mohon dikonfirmasi ke yang bersangkutan atau dinas terkait,” tutur Sungatno.

 

Supriyanto, salah satu pegawai kantor balai pertanian yang berlokasi di Desa Sumengko membenarkan bahwa telah diterima sejumlah alat pertanian di Desa Tambakrejo.

Baca juga:  Selama Liburan Tahun Baru, Seluruh Taman Kota Malang Akan Ditutup.

 

“Memang ada bantuan alat mesin pertanian yang turun ke Tambakrejo, baik itu bersumber dari APBD Gresik, Provinsi, maupun Pusat”. Ujar Supriyanto.

 

Supriyanto pun bersedia menunjukkan data laporan bantuan jika diperlukan keterangan dari proses penyerahan alat tersebut.

 

“Saya siap memberikan data bantuan yang diterima Gapoktan Tambakrejo dan kalau dibandingkan dengan tanda terima memang ada unit yang tidak ikut diserahkan ke Gapoktan baru”. Pungkasnya. (iwan)