Desa Wisata Gresik, Strategi Jitu untuk Solusi Tekan Angka Pengangguran dan Kemiskinan 

GRESIK ||  Pemerintah Kabupaten Gresik tengah fokus berkolaborasi mewujudkan desa wisata. Ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gresik khususnya yang ada di desa.

 

Hal ini diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat lauching Kemudi Warrior (Wangen River Tour) Desa Kemudi, Kecamatan Duduksampeyan, Sabtu (15/10).

 

“Sinergitas antara pemerintah dan desa itu wajib dalam mewujudkan desa wisata, dan hal itu tidak mungkin dapat dicapai hanya dengan cara bekerja yang biasa-biasa saja, maka kita butuh yang namanya akselerasi dalam bekerja.” ucapnya di depan warga Kemudi.

 

Wisata Kemudi Warrior sendiri, merupakan wisata susur sungai, yang menggunakan perahu dengan kapasitas 18 orang. Perahu tersebut merupakan hasil Corporate Social Responsibility (CSR) dari pegadaian senilai Rp. 55 juta.

 

Dalam launching kali ini, Bupati Gresik tidak sendirian. Terlihat sang istri yang merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromain Ali Akhmad Yani turut mendampingi.

 

Tidak lupa hadir dalam agenda ini Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah, anggota DPRD Gresik Hamzah Takim, Pimpinan Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya Mulyono, Asisten I Suyono, Dinas Pariwisata, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Camat Duduksampeyan Dedy Hartadi beserta Forkopimcam, serta Kepala Desa Kemudi Mochammad Lazin.

 

Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik melanjutkan, terwujudnya desa wisata ini tidak terlepas dari program Presiden RI Joko Widodo.

Baca juga:  Dorong Minat Baca dan Membumikan Semangat Literasi, Wabup Gresik Bu Min Resmikan Perpustakaan Digital

 

“Jadi desa wisata ini adalah titipan program dari presiden, wisata ini menjadi prioritas pak presiden di 2023 yang harus dikembangkan. Yang mana selanjutnya warga sekitar akan diarahkan untuk untuk berwisata di desa-desa, tujuannya adalah untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

 

Secara langsung, Gus Yani juga mengarahkan untuk seluruh elemen masyarakat agar turut serta membantu proses pengembangan wisata, khususnya karang taruna. Mengingat potensi dari Desa Kemudi sendiri masih cukup besar dengan nilai plusnya yang masih alami.

 

“Kembangkan agar terus berkelanjutan, tidak hanya berhenti disini, kita lihat potensi lingkungan ini masih alami. Banyak jenis hewan dan burung yang ada disini, sehingga bisa nantinya dijadikan sebagai wisata edukasi anak-anak,” tandasnya.

 

“Sehingga karang taruna juga harus cerdas membaca situasi lingkaran ini, dijaga, agar tumbuh kembali ekosistem lingkungan kita.” imbuhnya.

 

Disamping itu, Gus Yani juga memberikan Nomer Ijin Berusaha (NIB) kepada 2 pelaku UMKM di Desa Kemudi. UMKM tersebut bergerak di bidang kuliner, yaitu otak-otak dan susu kedelai.

 

Gus Bupati itu juga mengingatkan, agar seluruh usaha yang ada termasuk UMKM dan wisata, melek terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya jika bisa menggunakan teknologi dengan baik, maka potensi untuk berkembang akan semakin terbuka lebar. Harapannya di 2023 Desa Kemudi akan menjadi salah satu Desa Mandiri di Gresik.

Baca juga:  Andalkan Inovasi dan Kreatifitas, Pelayanan Dispendukcapil Kabupaten Gresik Sudah Jangkau 98 Persen Warga. 

 

“Kita manfaatkan teknologi sekarang ini agar bisa memaksimalkan usaha kita, mulai dari offline sampai dengan online.” ujarnya.

 

Disisi lain Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromain Ali Akhmad Yani juga menyampaikan, PKK selalu mendukung program di desa agar dapat berkembang dari desa maju menjadi desa mandiri.

“Kita dari PKK terus mendorong dari pokja 1 sampai 4 supaya PKK di masing-masing desa berjalan berkesinambungan dengan desa, karena kalau PKK di suatu desa itu maju biasa akan berbanding lurus dengan pemdesnya.” Ujarnya.

 

Pimpinan Pegadaian Kanwil XII Surabaya Mulyono turut menyampaikan, Bantuan pengadaian tidak akan berhenti disini. Dirinya menuturkan akan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menunjang performa dari pelaku UMKM.

 

Untuk itu, Mulyono juga menyampaikan keinginannya untuk melakukan pembinaan kepada Desa Kemudi. Dengan pembinaan, dia akan memastikan usaha yang dijalankan masyarakat lewat KUR dari pegadaian akan dapat berkembang pesat.

 

“Kita membina tidak hanya jualan saja, tapi bagaimana warga dalam menjaga kredibilitas atau performa sebagai pengusaha agar menghasilkan dan berkah” ucapnya.

 

Di samping itu Pegadaian Gresik juga memiliki program bank sampah pegadaian. Dimana ini nantinya akan berfokus dalam pengolahan sampai sampai bisa dijual, atau istilah mereka gerakan mengubah sampah menjadi emas.

Baca juga:  SSB Sindogres KU 2014 Juarai Turnamen Sepakbola di Surabaya Tanpa Kebobolan Satu Gol Pun.

 

Camat Duduksampeyan Dedy Hartadi juga mengungkapkan, wisata ini masih satu-satunya yang ada di Kecamatan Duduksampeyan. Sehingga dirinya menginginkan agar terus meningkatkan kualitasnya agar dapat membantu perekonomian sekitar.

 

“Terus ditingkatkan lagi, sehingga bisa meningkatkan perekonomian desa dan mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di daerah sekitar khususnya Desa Kemudi.” Ucapnya.

 

Harapannya, dengan adanya desa wisata ini, menjadi pemicu untuk desa yang lain dalam bersaing secara sehat mengembangkan desanya.

 

Kepala Desa Kemudi Mochammad Lazin turut menyampaikan keinginannya agar Desa Kemudi dapat berkembang menjadi desa mandiri. Hal ini juga merupakan bentuk dukungan atas harapan dari Bupati Gresik untuk mengurangi angka kemskinan dan pengangguran pada warganya.

 

“Kami harapkan dengan launchingnya wisata ini dapat membawa Desa Kemudi menjadi desa mandiri secepatnya” ujar Lazin.