JATIMTIME.COM – SAMPANG ||Saat diberi kesempatan Moh Rifai memaparkan hasil temuan yang diperoleh tentang dugaan indikasi penyimpangan BLT DD tahun 2021 di Desa Baruh
“Berdasarkan temuan di lapangan dari jumlah KPM semula 206 menjadi 207, yang datang mencairkan 161 dan 105 tidak hadir, lalu uangnya dikemanakan,” tanya Moh Rifai dengan nada keras
Masih menurut Moh Rifai, sementara laporan realisaai pelaksanaan yang masuk ke DPMD terserap 100 persen
Ia juga mempertanyakan regulasi dan mekanisme yang membolehkan sisa dana yang belum terealisasi itu di titipkan ke Kades guna diberikan kepada KPM di lain waktu
Suasana memanas saat Moh Rifai menimpali tanggapan dari Ka DPMD, dan menuding DPMD melakukan pembiaran atas temuan dilapangan
Lucunya menurut Aktivis bertubuh gempal itu, hingga saat ini pihak terkait belum menerima SPJ dari Pemerintahan Desa Baruh untuk pencairan 1,2 dan 3 di tahun 2021
Menanggapi tudingan tersebut Kepala DPMD R Chalilurrahman tidak terima dan menjelaskan langkah strategis yang sudah dilakukan
Sementara Syaiful Asyik Dirut Bank Sampang lebih banyak mengulas prosedur maupun SOP saat menjalankan tugas selaku pihak pendistribusi BLT DD
Aulia Rahman dari Komisi I mengaku gusar atas pemanggilan yang diindahkan oleh BPD maupun Perangkat Desa Baruh
“Kami menjalankan fungsi Pengawasan dan Legislasi yang secara konstitusional berwenang melakukan pemanggilan,” tandas Aulia Rahman
Ditegaskan pihaknya akan melakukan pemanggilan ulang dan bila tetap tidak mengindahksn selama tiga kali, akan menggunakan hak untuk menghadirkan secara paksa
Dijelaskan, kehadiran pihak terkait maupun Pemangku kebijakan dianggap penting guna mengurai permasalahan yang ada
Sebelum mengakhiri ungkapannya Aulia Rahman mengingatkan semua pihak yang berkepentingan agar mengevaluasi regulasi maupun mekanusme yang membolehkan sisa dana yang belum terserap dititipkan kepada Kades
Ditambahkan upaya itu untuk meminimalisir kebocoran serta praktek penyimpangan di lapangan.(mldn)