Bentuk Dukungan Kebangsaan, Wabup Buka Halaqoh Fiqih Peradaban

GRESIK || Pondok Pesantren Qomaruddin Gresik menjadi salah satu tempat dalam agenda Halaqoh Fiqih Peradaban. Sebagai bentuk dukungan, Wakil Bupati Gresik Hj Aminatun Habibah turut serta dalam agenda tersebut, Rabu (14/12).

 

Agenda nasional dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ (PBNU) itu rencananya akan diadakan di 250 titik di Indonesia. Dengan Provinsi Jawa Timur sebanyak 75 titik.

 

Halaqoh kali ini mendatangkan nasarasumber Wakil Rais Aam PBNU KH. Afifuddin Muhajir, Rais Syuriah PBNU KH. Masdar Farid Mas’udi, dan Ketua Aswaja NU Center Jatim KH. Ma’ruf Khozin.

Baca juga:  Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah Pimpin Apel Peringatan Hari Besar Pramuka Ke-62

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aminatun Habibah mengatakan, Pemkab Gresik akan terus mendukung kegiatan PBNU ke depan.

“Kami di pemerintahan khususnya saya dan pak bupati, akan terus mendukung segala macam kegiatan NU yang ada di Gresik ini. Terlebih yang berbau kebangsaan semacam ini.” katanya.

 

Mengangkat tema Fiqih Siyasah dan Negara Bangsa, halaqoh ini dilatarbelakangi dari pembahasan para santri di warung kopi. Cakupannya sendiri mulai dari problem keagamaan, kewarganegaraan, jenis kelamin (gender), multikulturalisme, dan sejenisnya.

Baca juga:  Bantu 1,7 Miliar Peternak Terdampak PMK, Gus Yani Serukan Kebangkitan 

 

Menurut beberapa narasumber dari Qomarudin, pembahasan fiqih peradaban ini masih belum menyentuh sisi kesejahteraan. Inilah nanti yang menjadi salah satu topik penting dalam halaqoh kali ini.

 

Untuk itu, Bu Min sapaan akrab wabup juga menginginkan, agar pembahasan kali ini menjadi ciri khas dari santri Qomaruddin.

 

“Saya berharap, melalui dialog ini nanti dapat melahirkan pandangan baru terhadap berkebangsaan. Karena saat ini banyak anak-anak muda yang belum benar-benar peka dengan hal itu.” ujarnya.

Baca juga:  Wujudkan Gresik Bebas Sampah, Gus Yani Resmikan TPS3R Penghasil Briket

 

Selain dari PBNU, agenda ini juga dihadiri oleh Perwakilan dari PCNU Gresik, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin KH Nawawi Sholeh, Rektor Universitas Qomaruddin Iskandar Ritonga, dan para alumni Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin.